Antisipasi Karhutla dan Kekeringan, Pemkab Tanah Laut Gelar Rapat Darurat Kesiapsiagaan

PIMPIN RAPAT: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Ir. Ahmad Khairin MM MP memimpin rapat kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026 – Foto Ist


BORNEOTREND.COM, KALSEL – BMKG memperkirakan musim kemarau di Kalimantan Selatan akan datang lebih cepat, yakni mulai awal hingga pertengahan Mei, dengan puncaknya terjadi pada Agustus 2026. Beberapa wilayah di Kabupaten Tanah Laut seperti Kurau, Bumi Makmur, dan Kintap diprediksi mengalami periode kemarau yang lebih panjang, disertai curah hujan di bawah normal hingga mencapai 19–21 dasarian.

Untuk mengantisipasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar Zoom Meeting di Lounge VIP Setda Tanah Laut dan dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Ir. Ahmad Khairin MM MP.

Ahmad Khairin menekankan pentingnya kesiapsiagaan, khususnya dalam menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Wilayah tersebut berpotensi mengalami kemarau yang berkepanjangan, sehingga diperlukan langkah antisipasi yang serius karena dapat berdampak pada ketersediaan air serta meningkatkan potensi kebakaran,” ujarnya.

Pemerintah daerah berkomitmen mengutamakan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya air dengan mengoptimalkan fungsi embung dan kolam penampungan. 

Selain itu, petani juga didorong untuk menyesuaikan pola tanam dengan memilih jenis komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Kewaspadaan terhadap karhutla turut ditingkatkan dengan melibatkan sektor swasta dalam mendukung sarana dan kesiapsiagaan lapangan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menegaskan pihaknya segera melakukan koordinasi lintas sektor.

“Koordinasi dengan camat, instansi teknis, hingga pemerintah desa akan segera dilakukan untuk menentukan langkah teknis di lapangan,” pungkasnya.

Melalui langkah terpadu yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, dampak musim kemarau 2026 di Kabupaten Tanah Laut diharapkan dapat ditekan, sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman kekeringan dan karhutla.

Penulis: Shinta

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال