24 April Jadi Awal Pemberangkatan Haji, Bandara Syamsudin Noor Siapkan Layanan Maksimal

WAWANCARA: General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, memberikan keterangan kepada sejumlah awak media terkait persiapan keberangkatan calon jemaah haji - Foto Dok P. Silitonga 

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyatakan kesiapan penuh dalam melayani keberangkatan calon jemaah haji (CJH) tahun 2026 melalui Embarkasi Banjarmasin.

Penerbangan perdana dijadwalkan berlangsung pada 24 April 2026 pukul 00.03 Wita. Secara keseluruhan, embarkasi ini akan memberangkatkan 19 kelompok terbang (kloter) dengan total 6.758 jemaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari untuk memastikan kelancaran operasional.

“Hari ini kami berkoordinasi dengan Garuda Indonesia selaku maskapai pengangkut, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Imigrasi, serta stakeholder bandara lainnya untuk memantapkan rencana operasi angkutan haji 2026,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, sistem keberangkatan masih menggunakan pola satu pintu melalui Asrama Haji, di mana seluruh proses pemeriksaan keamanan dan imigrasi dilakukan sebelum jemaah menuju bandara.

“Pemberangkatan direncanakan melalui frontage Gate Internasional, yakni Gate 7 atau Gate 8, dengan fasilitas garbarata untuk kenyamanan jemaah,” katanya.

Untuk menunjang kelancaran proses di Asrama Haji, delapan personel Aviation Security (Avsec) disiagakan khusus, sementara petugas di bandara tetap dalam kondisi siaga penuh.

Bandara juga menyiapkan layanan khusus bagi jemaah lanjut usia guna memastikan kenyamanan selama proses keberangkatan.

Dalam hal operasional, bandara tetap beroperasi hingga pukul 23.00 Wita. Namun, penyesuaian waktu akan dilakukan jika penerbangan haji berlangsung di luar jam tersebut.

“Kalau ada yang melebihi jam operasional, akan dilakukan extend sesuai kebutuhan,” kata Millyas.

Dari Asrama Haji, jemaah akan diberangkatkan menggunakan bus menuju bandara melalui sisi udara (airside), sebelum naik ke pesawat melalui garbarata.

Ia menambahkan, penguatan koordinasi juga akan dilakukan melalui pelantikan manajemen bandara sebagai bagian dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

“Setiap kloter akan dilayani menggunakan pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: P. Silitonga 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال