![]() |
HEMAT BBM: Kemenhan dan TNI menyiapkan langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai – Foto Gridoto.com |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Sebagai bentuk antisipasi konflik Timur Tengah yang menyebabkan krisis energi, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara terukur dan bertahap.
Kebijakan itu sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya langkah proaktif dan efisiensi nasional tanpa mengganggu pelayanan publik maupun kesiapsiagaan negara. Kemenhan dan TNI pun memandang perlunya mitigasi dini guna menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional.
"Sebagai tindak lanjut, Kemenhan dan TNI melakukan penyesuaian internal yang bersifat administratif dan manajerial," ucap Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Senin (24/3/2026).
Rico menjelaskan, efisiensi BBM difokuskan pada aspek pendukung. Sementara operasional strategis dan kesiapsiagaan pertahanan tetap menjadi prioritas utama dan dijaga secara optimal.
Menurut Rico, langkah-langkah yang disiapkan mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas. Termasuk juga dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas.
"Seluruh kebijakan dilaksanakan secara adaptif, terukur, dan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing satuan kerja," ujar Rico.
Dia mengungkapkan, beberapa langkah yang sedang disiapkan Kemenhan. Antara lain, penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari pada fungsi-fungsi tertentu yang memungkinkan, pengaturan penggunaan alutsista berdasarkan indeks prioritas dan kebutuhan operasi.
"Serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai dengan tetap memperhatikan efektivitas pelaksanaan tugas," kata Rico.
Dia menyebut, Kemenhan menganggap keputusan efisiensi BBM merupakan wujud kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis, bukan karena kondisi darurat. Pemerintah juga menegaskan bahwa cadangan energi nasional saat ini tetap dalam kondisi aman.
"Melalui langkah ini, Kemenhan dan TNI mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dengan mengedepankan efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara," jelas Rico.
Sumber: Republika.co.id

