BORNEOTREND.COM, KALSEL– Konflik internal yang terjadi di dalam tubuh kepengurusan Koperasi Unit Desa (KUD) Gajah Mada akhirnya mencapai antiklimaks.
Antiklimaks terjadi dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) rutin di selenggarakan, rabu (11/3/2026) di aula kantor KUD Gajah Mada di Desa Telagasari, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sebagai informasi, dalam rapat yang berjalan selain menyampaikan laporan kegiatan dan keuangan, juga membahas permasalahan yang sebelumnya sempat menjadi konflik yang memanas di internal KUD Gajah Mada yakni perihal besarnya tuntutan para anggota koperasi agar salah satu pengurus yang menjabat sebagai Sekretaris I bisa di berhentikan menjadi pengurus. Hal tersebut menyusul setelah diadakannya votting suara pengurus dan pengawas, berlangsung alut dan beberapakali Instruksi anggota.
Ketua KUD Gajah Mada Darmadi menjelaskan bahwa, dari hasil RAT yang terselenggara ada beberapa point hasi kesepakatan yaitu, mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025, mengesahkan rencana kerja koperasi tahun 2026.
Kemudian lanjutnya, berdasarkan hasil rapat dilaksanakan langsung pleno yang di serahkan kepada seluruh anggota dinyatakan atas nama Sumadi sebagai Sekretaris I KUD Gajah Mada secara resmi di berhentikan dari kepengurusan.
“Kami dari pengurus melihat hasil dari pleno yang dilaksanakan oleh anggota koperasi tersebut sudah berdasarkan mekanisme dan tentu adil, utamanya berkenaan dengan persoalan yang timbul karena adanya pro dan kontra terhadap salah satu pengurus atas nama Sumadi yang menjabat sebagai Sekretaris I,” tuturnya, Kamis (12/3/2026).
Selain itu juga, RAT yang terlaksana juga menetapkan pengganti 2 pengurus untuk jabatan Sekretaris II yang sebelumnya telah mengundurkan diri dan untuk jabatan Bendahara.
“Ke depan, kami menghendaki KUD Gajah Mada akan semakin baik dan tidak ada lagi timbul persoalan-persoalan baru. Mudah-mudahan hasil RAT yang terlaksana adalah keputusan yang terbaik bagi semuanya,” jelasnya.
Sementara salah satu anggota KUD Gajah Mada Mondes Sembiring mengaku lega dengan pengunduran diri Sekretaris I berdasarkan hasil rapat bersama dari musyawarah mufakat, yang tentunya juga diharapkan hal tersebut akan menjadikan koperasi lebih baik.
“Saya dan anggota lainnya berharap dengan berakhirnya RAT tersebut semua permasalahan juga mereda. Tinggal kita sama-sama membangun koperasi untuk kemajuan dan kesejahteraan para anggota,” katanya.
Harapan lain yang disampaikannya adalah ia menghendaki KUD Gajah Mada bisa bangkit seperti dulu, karena sempat meraih predikat koperasi terbaik ketiga nasional dan itu menjadi salah satu pemicu yang sangat baik untuk kemajuan koperasi.
“Kebetulan waktu penyerahan penghargaan itu secara langsung dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Lombok, dan saya sendiri yang menerimanya, itu adalah suatu kebanggaan bagi KUD Gajah Mada. Sekali lagi, mudah-mudahan kedepan kepegurusan koperasi akan semakin baik, amanah dalam mengemban tugasmya dan dapat memajukan koperasi sehingga akan berdampak positif terhadap semua anggota,” harapnya.
Dengan demikian konflik kepengurusan dengan sendirinya berangsur membaik yang tentunya semua anggota berharap agar selanjutnya kepengurusan KUD Gajah Mada dapat berjalan dengan baik sebagaimana harapan.
Penulis: Jack

