![]() |
Ilustrasi – Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengajar – Foto Kompasiana.com |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Kabar gembira datang Kementerian Agama (Kemenag) RI dimana sebanyak 15.038 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dinyatakan lulus sertifikasi melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Para guru tersebut merupakan bagian dari total 97.122 guru binaan Kemenag yang meraih sertifikat pendidik pada PPG angkatan 4 yang telah berlangsung sejak 2025. Capaian ini menjadi hasil proses Panjang yang berhasil dilalui para guru.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno menyampaikan program sertifikasi sebagai upaya peningkatan kualitas dan kesejahteraan para guru. Terlebih peran guru PAI yang fundamental dalam pendidikan.
"Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran fundamental, tidak hanya dalam transfer pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan akhlak dan karakter bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas dan kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian bersama," ujar Suyitno di Jakarta, dilansir situs resmi Kemenag, Rabu (18/3/2026).
Ia menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas, tetapi tanggung jawab profesional.
"Sertifikasi bukan sekadar pengakuan, tetapi amanah. Guru harus terus belajar, menjadi teladan, dan menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan," tambahnya.
Menurutnya, program sertifikasi berbasis PPG terus dipercepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sejalan dengan prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Suyitno menyebut kelulusan ini menjadi momen istimewa bagi para guru.
"Bagi guru PAI yang telah menempuh seluruh tahapan sertifikasi dengan penuh kesungguhan, ini adalah momen yang membahagiakan. Menjelang Idul Fitri, kabar ini menjadi kado yang membawa kebahagiaan bagi guru dan keluarganya," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sertifikasi berdampak pada kesejahteraan guru.
"Dengan status tersertifikasi, guru berhak memperoleh tunjangan profesi. Ini diharapkan semakin memotivasi guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran," tambahnya.
Direktur Pendidikan Agama Islam M. Munir menambahkan, guru PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik.
"Guru PAI berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Dengan kompetensi yang semakin terstandar melalui sertifikasi, diharapkan kualitas pembelajaran PAI semakin kuat dan relevan," jelasnya.
Ia juga memastikan proses sertifikasi tetap menjaga standar mutu.
"Terdapat 15.038 peserta yang lulus dan 120 peserta yang belum lulus. Bagi yang belum lulus, akan mengikuti kembali sebagai retaker pada sesi ujian tahap berikutnya. Ini menunjukkan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas," paparnya.
Kemenag berharap guru PAI yang telah tersertifikasi dapat menjadi penggerak penguatan karakter, menghadirkan pembelajaran inspiratif, serta menjaga moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat.
Sumber: detik.com

