![]() |
| DITUTUP: Apel penutupan digelar, Jasa Raharja klaim mudik 2026 lebih aman -Foto dok Jasa Raharja |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - PT Jasa Raharja resmi menutup rangkaian Siaga Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 melalui apel penutupan yang digelar di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menandai berakhirnya periode kesiapsiagaan perusahaan dalam mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Apel dipimpin langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, serta dihadiri jajaran direksi, kepala unit kerja kantor pusat, dan seluruh kepala kantor wilayah.
Dalam arahannya, Awaluddin menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh insan Jasa Raharja selama periode siaga. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi lintas sektor.
“Siaga Idulfitri bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Saya mengapresiasi seluruh insan Jasa Raharja yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran Jasa Raharja tidak hanya pada penanganan pascakecelakaan, tetapi juga mencakup langkah preventif seperti edukasi keselamatan, pelaksanaan rampcheck, serta penguatan koordinasi antarinstansi.
Upaya tersebut dinilai berdampak pada peningkatan keselamatan selama periode Lebaran. Berdasarkan data Korlantas Polri pada 13–25 Maret 2026, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun sekitar 5 persen, sementara angka korban meninggal dunia turun hingga 30 persen.
Dari sisi layanan, Jasa Raharja mencatat penyerahan santunan sebesar Rp38,06 miliar selama periode 13–29 Maret 2026. Selain itu, sebanyak 6.588 surat jaminan diterbitkan bagi korban luka-luka yang dirawat di 2.816 rumah sakit mitra di seluruh Indonesia.
“Tidak ada satu pun korban yang boleh menunggu. Itulah komitmen kita, dan itulah yang kita buktikan. Seluruh santunan korban meninggal dunia, termasuk dari kecelakaan menonjol, telah diselesaikan sesuai ketentuan berlaku,” kata Awaluddin.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi layanan berbasis digital yang terintegrasi guna mempercepat proses penjaminan dan penanganan korban kecelakaan. Sistem yang terhubung dengan kepolisian dan rumah sakit dinilai mampu meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan transparansi layanan.
Komitmen tersebut sejalan dengan target zero pending claim, di mana seluruh santunan korban meninggal dunia dapat diselesaikan tepat waktu.
Selain itu, Program Mudik Gratis BUMN 2026 turut mencatat capaian signifikan dengan realisasi 116.688 pemudik, melampaui target yang telah ditetapkan.
Di lapangan, Jasa Raharja juga mengoperasikan 25 Pos Pelayanan Terpadu yang didukung mobile unit keselamatan serta tim respons cepat di berbagai titik strategis jalur mudik.
Apel penutupan ini menjadi momentum evaluasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ke depan, Jasa Raharja berkomitmen menghadirkan inovasi layanan serta memperkuat perannya dalam mendukung sistem transportasi yang berkeselamatan di Indonesia.
Sumber: Jasa Raharja

