Inflasi Kalsel Tembus 5,97 Persen, Emas dan Tarif Listrik Jadi Pemicu

RAKOR INFLASI: Gubernur Kalsel H. Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mursyidah Aminy didampingi Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Command Center Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel – Foto MC Kalsel


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Inflasi year-on-year di Provinsi Kalimantan Selatan tercatat 5,97 persen. Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya mengatakan, angka tersebut dipengaruhi oleh komponen emas dan tarif listrik. Meski demikian, kondisi harga pangan di Kalsel dinilai relatif stabil.

“Harga pangan kita masih terkendali. Namun karena saat ini Ramadan dan mendekati Idul Fitri, pengawasan tetap kita tingkatkan,” katanya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Command Center Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Selasa (3/3/2026). 

Eddy juga menyoroti komoditas volatile food, terutama cabai rawit dan cabai merah, yang mengalami kenaikan harga di banyak daerah. 

“Ini yang perlu kita waspadai bersama. Untuk inflasi month-to-month di Kalsel berada di angka 0,8 persen, sehingga secara umum masih terkendali,” tambahnya.

Terkait inflasi nasional, Eddy menyampaikan secara month-to-month tercatat 4,76 persen berdasarkan data BPS. Dua komponen utama penyumbang inflasi adalah harga emas dan tarif listrik.

“Kenaikan harga emas dipengaruhi kondisi global, termasuk dinamika di Timur Tengah. Selama sekitar 30 bulan terakhir, harga emas terus meningkat dan kini berada di level tinggi,” jelas Eddy.

Ia menambahkan, faktor kedua berasal dari tarif listrik.

“Pada Januari dan Februari 2025 tarif listrik sempat mendapat diskon 50 persen. Saat dibandingkan secara year-on-year dengan Februari 2026, tentu terlihat lonjakan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Kemendagri Tomsi Thohir yang memimpin rakor menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas upaya menjaga stabilitas harga.

“Jika dibandingkan Ramadan tahun lalu, harga komoditas relatif lebih rendah dan mayoritas masih di bawah harga acuan tertinggi. Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak,” imbuhnya.

Rakor diikuti Gubernur Kalsel H. Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mursyidah Aminy serta dihadiri pula dari unsur Polda Kalsel dan perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalsel secara daring sebagai bentuk sinergi dalam pengendalian inflasi daerah. 

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال