Hindari Dampak AI, Kemendikdasmen Dorong Siswa Kembali Menulis Tangan

MENULIS: Siswa Sekolah Dasar (SD) menulis saat proses belajar mengajar - Foto eposdigi.com


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana untuk mengaktifkan kembali kegiatan tulis tangan pada kegiatan belajar mengajar. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menanggapi penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang dikhawatirkan akan mengakibatkan kemalasan intelektual untuk para murid.

"Kami kan mengombinasikan itu (pembelajaran digital) dengan model pembelajaran yang dalam tanda petik konvensional atau tradisional. Misalnya kegiatan menulis itu kita aktifkan lagi sekarang," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti kepada wartawan di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Mu'ti mencontohkan penugasan yang mengombinasikan pembelajaran digital dan tradisional. Salah satunya, katanya, pembuatan resume video atau film dengan tulisan tangan.

"Jadi misalnya dia dengan IFP (interactive flat panel) itu dia bisa nonton pembelajaran dengan IFP yang ada, nonton film atau mungkin pembelajaran dalam bentuk video dan tayangan lain, tapi nanti mereka membuat resume itu dengan tulisan tangan," katanya.

Mu'ti menyebut, dengan tulis tangan, siswa akan lebih terlatih secara motorik. Dia membandingkan dengan penggunaan ponsel dalam pembelajaran yang hanya menggunakan dua jari.

"Menulis itu tidak hanya mengemukakan gagasan dalam bentuk tulisan, tapi juga melatih motorik supaya mereka juga tetap bisa bergerak aktif gitu. Kan kalau pakai HP kan cuma dua jari, ininya (pergelangan tangan) nggak ikut gerak. Nah kalau nulis kan semuanya ikut gerak," katanya.

Mu'ti berharap adanya teknologi pembelajaran dan metode pembelajaran tradisional yang dikombinasikan akan membuat siswa menjadi autentik dalam berpikir. Dia juga berharap siswa akan lebih bisa menyampaikan gagasan dengan metode tersebut.

"Sekarang mulai kita kembalikan ke arah yang seperti itu sehingga kita kombinasikan antara penggunaan teknologi pembelajaran yang modern dengan sistem pembelajaran, dalam tanda petik ya, tradisional yang menekankan pada kemampuan-kemampuan otentik anak dalam berpikir, menyampaikan gagasan dan menulis," katanya.

Sumber: detik.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال