Bupati Tanah Bumbu Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Intan 2026

KOMPAK: Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif memantau kesiapan pasukan gabungan dalam giat Operasi Ketupat Intan 2026 - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Polres Tanah Bumbu menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi “Ketupat Intan 2026” dalam rangka kesiapan pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukum setempat. Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Polres Tanah Bumbu, Jalan Bhayangkara Km 02, Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Kamis (12/3/2026) sore.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif selaku inspektur upacara. Sementara Perwira Apel dijabat Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu AKP Eka Guntar, serta Komandan Apel Pamapta III IPDA Bintang Kresna A.

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Tanah Bumbu AKBP Arief Prasetya, Dandim 1022 Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, Danyon B Pelopor Kompol Fratika Yudha, perwakilan Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu, Dansubdenpom XXII/2-3 Batulicin, perwakilan Pengadilan Negeri Tanah Bumbu, perwakilan Lanal Tanah Bumbu, Kepala Dinas Perhubungan Tanah Bumbu, Kepala Basarnas Tanah Bumbu, para pejabat utama Polres, serta para kapolsek jajaran.

Peserta apel terdiri dari unsur gabungan TNI, Polri, serta instansi terkait. Di antaranya Polisi Militer, Kodim 1022 Tanah Bumbu, Kompi 623, Lanal KTB-TNB, Brimob, Sat Polairud, Sat Samapta, Sat Lantas, jajaran Polsek, hingga unsur Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Resnarkoba, Satpol PP, Senkom, BPBD, Basarnas, Damkar, dan Pramuka.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanah Bumbu membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dalam amanatnya disampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

“Apel gelar pasukan ini merupakan suatu bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib dan lancar,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.

Disebutkan pula bahwa Idul Fitri menjadi salah satu agenda nasional yang berdampak besar terhadap pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Tidak lama lagi, kita akan menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri yang merupakan salah satu agenda penting nasional. Momentum ini tentunya mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan memberikan multiplier effect di seluruh daerah, sepanjang seluruh rangkaian berjalan dengan baik, aman, dan lancar,” lanjut amanat tersebut.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut turun sekitar 1,75 persen atau sekitar 2,5 juta orang dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri, Polri bersama TNI dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Selain itu, Polri menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran.

Pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek vital, di antaranya masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Operasi ini diharapkan mampu memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri serta melakukan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan lancar.

Penulis: Jack

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال