![]() |
| WAWANCARA: Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi PAN, Adrizal - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari Fraksi PAN, Adrizal, menegaskan pentingnya tata kelola yang profesional dan transparan dalam pengoperasian Tugu 0 Kilometer sebagai aset publik.
Menurut Adrizal, kehadiran Tugu 0 KM bukan sekadar simbol titik nol pembangunan, tetapi juga berpotensi menjadi ruang publik representatif serta destinasi wisata baru di Kota Banjarbaru.
“Kita tentu mendukung upaya Pemprov melalui PUPR Kalsel dalam menuntaskan pemeliharaan. Namun setelah diresmikan, yang lebih penting adalah sistem pengelolaannya harus jelas, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” tegas Adrizal yang mempunyai motto "Bekerja Setulus Hati".
Ia juga mendorong agar skema pengelolaan baik melalui BUMD maupun kerja sama pihak ketiga dilakukan dengan kajian matang, termasuk proyeksi biaya operasional, keamanan, dan perawatan jangka panjang.
“Jangan sampai setelah diresmikan justru terbengkalai atau menjadi beban anggaran tanpa perencanaan yang baik. Harus ada konsep pengembangan yang terintegrasi, termasuk potensi ekonomi kreatif dan UMKM di sekitarnya,” tambah Adrizal.
Komisi II DPRD Kalsel lanjutnya, akan terus melakukan fungsi pengawasan agar pembangunan dan pengelolaan fasilitas publik di Kalimantan Selatan berjalan efektif serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan penyelesaian tahap pemeliharaan yang kini memasuki fase akhir, Tugu 0 Kilometer diharapkan segera diresmikan dan menjadi ikon kebanggaan baru bagi masyarakat Kalimantan Selatan, sekaligus simbol komitmen pemerintah daerah dalam membangun ruang publik yang representatif dan berdaya guna.
Penulis: Fathur

