Kunjungan Kerja ke Jakarta International Stadium (JIS), Komisi III DPRD Kalsel Pelajari Pembangunan Stadion Bertaraf Internasional

BERI PENJELASAN: Direktur Bisnis dan Operasional JIS, I Gede Adi Adnyana memberikan penjelasan kepada rombongan Komisi III DPRD Kalsel terkait pembangunan Jakarta International Stadium (JIS)– Foto DPRD Kalsel


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Untuk mempelajari terkait teknis pembangunan dan pengelolaan stadion berskala besar seiring akan dibangunnya Stadion Bertaraf Internasional di Kecamatan Landasan Ulin Barat, Kota Banjarbaru, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III, Mustaqimah, bersama jajaran anggota, Dinas PUPR provinsi Kalsel dan staf ahli gubernur.‎

‎Rombongan Komisi III diterima langsung oleh I Gede Adi Adnyana selaku Direktur Bisnis dan Operasional JIS, serta Shinta Syamsul Arif selaku Vice President JIS dan jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen JIS memaparkan secara komprehensif proses pembangunan stadion, mulai dari perencanaan desain arsitektur, tahapan konstruksi, penganggaran, hingga sistem pengelolaan operasional yang diterapkan saat ini.

‎‎I Gede Adi Adnyana menjelaskan bahwa pengelolaan stadion modern menuntut perencanaan bisnis yang matang agar fasilitas tetap produktif dan berkelanjutan.

“Dalam hal pengelolaan dalam pembuatan stadion modern atau yang bertaraf international segala halnya harus diperhitungkan dengan masak dan matang, tidak asal asalan agar fasilitas yang akan kita bangun itu menjadi produktif dan berkelanjutan,” jelas I Gede Adnyana.

‎‎Sementara itu, Shinta Syamsul Arif menambahkan bahwa strategi pengembangan event menjadi kunci utama dalam memaksimalkan fungsi stadion, tidak hanya untuk pertandingan olahraga, tetapi juga konser musik, kegiatan sosial, hingga agenda berskala internasional.

“Startegi pengembangan event akan menjadi kunci utama dan semaksimal mungkin untuk memfungsikan suatu stadion, jadi tidak hanya untuk event olahraga saja, namun juga untuk konser musik, kegiatan sosial dan kemasyarakatan hingga scara yang berskala nasional dan international,”  Shinta Syamsul Arif menambahkan.

‎Wakil Ketua Komisi III, ‎H. Kartoyo S.M menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah penting dalam menggali referensi dan praktik terbaik sebagai bahan perencanaan pembangunan stadion di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, pembangunan stadion berskala besar harus disertai sistem pengelolaan profesional agar mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Di sini kita mengkaji, mengevaluasi dan Kita berharap kunjungan ini tidak kali ini saja, namun kita usahakan akan berkelajutan. Jadi kita tidak ingin di Kalimantan bisa di bangun tapi tidak bisa di kelola. Kita harus multi fungsi. Kita akan bergerak dari regulasi dulu atau pergubnya itu yang akan kita kaji lebih awal. Ini akan menjadi langkah penting Untuk menggali referensi dan praktik yang baik dalam hal perencanaan pembangunan stadion modern berskala international, sehingga akan terwujudnya stadion kebanggaan benua,” papar beliau.

‎‎Melalui studi banding ini, Komisi III DPRD Kalsel berharap dapat mengadopsi konsep pembangunan dan manajemen stadion yang modern, efisien, serta berorientasi pada pelayanan publik dan peningkatan pendapatan daerah, sehingga ke depan Kalimantan Selatan dapat memiliki infrastruktur olahraga yang representatif dan membanggakan.

Sumber: DPRD Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال