BORNEOTREND.COM, KALSEL - Perkembangan koperasi di Kalimantan Selatan menunjukkan pertumbuhan signifikan dimana per Januari 2025 jumlah koperasi di Kalimantan Selatan sebanyak 3.088 koperasi, dan pada Februari 2026 meningkat menjadi 4.924 koperasi.
"Kenaikan ini salah satunya karena pembentukan 2.013 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Konsumen Syariah Pegawai Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Senin (23/2/2026).
Dari 227 koperasi binaan provinsi, ungkapnya, sebanyak 191 koperasi aktif dan 36 koperasi tidak aktif. Lebih lanjut, ia mendorong Koperasi Konsumen Syariah Pegawai UIN Antasari untuk bertransformasi menuju koperasi modern dengan menerapkan prinsip Good Cooperative Governance (GCG) dan digitalisasi.
“Koperasi modern adalah koperasi yang memiliki daya saing, adaptif terhadap perubahan, menerapkan manajemen profesional, serta memanfaatkan sistem digital dalam pelayanan dan pelaporan keuangan,” katanya.
Ia menambahkan, digitalisasi seperti daftar anggota berbasis elektronik, rekrutmen anggota secara digital, RAT online, hingga laporan keuangan digital merupakan bagian dari penguatan tata kelola.
“Saya menyambut baik apabila ada rencana atau program digitalisasi yang diterapkan di koperasi ini. Inovasi adalah keharusan agar koperasi semakin maju dan mampu memantapkan perannya,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berperan menyejahterakan anggota, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam memajukan perekonomian daerah.
“Koperasi harus membangun kemandirian, keinovasian, serta meningkatkan kesadaran seluruh anggota untuk terlibat aktif dalam usaha koperasi. Dengan tata kelola yang baik dan benar, insya Allah kita bisa makmur bersama,” tutupnya.
Sumber: MC Kalsel

