Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional untuk 70.000 Lulusan SMA/SMK

PELATIHAN VOKASI: Lulusan SMA dan SMK bisa mengikuti program Pelatihan Vokasi Nasional yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) – Foto detik.com


BORNEOTREND.COM, JAKARTA – Lulusan SMA dan SMK patut gembira karena Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional yang ditujukan bagi lulusan SMA dan SMK, dengan kuota 70.000 peserta yang dibagi dalam tiga gelombang. Pendaftaran batch pertama sudah dibuka sejak Senin (23/2/2026) dan akan berlangsung hingga Jumat (6/3/2026).

"Program pelatihan vokasi nasional batch satu sebanyak 20.000 orang, khusus untuk lulusan SMA/SMK dalam tiga tahun terakhir," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, saat ini Kemnaker sudah menyediakan 37 kelompok pelatihan atau kejuruan untuk pelatihan Vokasi Nasional tahap pertama. Di mana pelatihan akan dilakukan secara daring, luring, dan blended learning bersama para mentor bersertifikasi.

Sementara untuk syarat daftar tambahan atau ketentuan teknis lainnya akan berbeda antara satu dengan lainnya, mengikuti ketentuan yang tercantum pada deskripsi setiap program pelatihan. Untuk durasi pelatihan pun akan bervariasi antara satu bulan hingga empat bulan, sesuai dengan jenis dan kebutuhan kompetensi pada masing-masing program.

"Ada 37 kejuruan, ada di 33 tempat dengan jumlah kelasnya itu 830 kelas. Kita minta adik-adik lulusan SMA/SMK sederajat dalam tiga tahun terakhir bisa memanfaatkan ini," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah juga memberikan sejumlah fasilitas tambahan bagi para peserta program. Semisal diberikan makan siang uang transportasi senilai Rp 20.000/hari, serta asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). "Tadi fasilitas disampaikan, yang pertama disediakan makan siang. Ada uang transport Rp 20.000 per orang per hari. Kemudian diberikan asuransi JKK dan JKM, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian," jelasnya.

Selain itu, diberikan pula modul-modul pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah para peserta menyelesaikan program.

"Inilah upaya kita untuk mendorong mereka memiliki sertifikasi, kompetensinya diakui sehingga kita berharap memudahkan mereka untuk bisa bekerja," ujar Yassierli.

Ia menambahkan, balai-balai pelatihan Kemenaker juga akan berperan membantu menghubungkan peserta ke dunia kerja atau industri sesuai bidang keahliannya. Bahkan, sebagian pelatihan juga diarahkan untuk mendorong peserta menjadi wirausaha.

"Sekali lagi, batch pertama 20.000, yang sudah mendaftar itu 8.000 sekian karena sudah kita buka sebenarnya sejak hari Senin kemarin kita tunggu sampai akhir minggu depan. Semoga targetnya tercapai dan pelatihannya dimulai awal April," pungkasnya.

Sumber: detik.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال