Gencar Sosialisasi Penyakit Tidak Menular Hingga ke Pelosok, Jadi Ikhtiar Henny Tingkatkan Harapan Hidup Masyarakat Banua

SENYUM: Penelaah Teknis Kebijakan (Pengelola Program KTR, UBM dan Kanker) Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Henny Setiawati, SKM., MM - Foto Dok Istimewa


MENJADI Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan semangat meningkatkan harapan hidup masyarakat melalui bidang kesehatan sudah menjadi bagian dari perempuan bernama lengkap Henny Setiawati, SKM., MM.

Memulai karir ASN sebagai bidan di desa terpencil di Pengunungan Meratus, perempuan kelahiran Barabai 29 Mei 1985 silam ini sekarang mantap melanjutkan karirnya di tingkat provinsi Kalsel dengan menjadi Penelaah Teknis Kebijakan (Pengelola Program KTR, UBM dan Kanker) di Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

Di bidang tersebut, lulusan Magister Manajemen Jurusan Kesehatan Masyarakat ini terlibat langsung untuk bisa memberikan berbagai program hingga sosialisasi yang intensif kepada masyarakat banua terkait bahaya merokok. Tidak hanya itu ia pun juga aktif melakukan sosialisasi deteksi dini terkait kanker leher rahim dan payudara kepada kaum hawa.

“Bagi saya bidang ini merupakan salah satu wadah saya untuk bisa menjadi ASN yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, utamanya untuk memastikan harapan hidup mereka bisa semakin baik tanpa rokok,” ujar Henny.


“Tidak hanya itu, melalui bidang ini saya juga membantu kaum hawa bisa melakukan deteksi dini terkait kanker leher rahim dan payudara. Itu penting supaya mereka bisa melakukan langkah-langkah efektif agar kanker tidak semakin menyebar dan membawa kematian pada kaum hawa,” tambah Henny.


SENYUM: Henny Setiawati, SKM., MM bersama sang suami dr Meldy Muzada Elfa, Sp.PD, K-Ger, FINASIM, MM - Foto Dok Istimewa

 

Lantas bagaimanakah pandangan isteri dari dr Meldy Muzada Elfa, Sp.PD, K-Ger, FINASIM, MM ini terkait masalah budaya rokok di masyarakat, perkembangan kanker rahim dan payudara secara lebih mendalam, dua wartawan dari www.borneotrend.com Arief Rahman dan Realita Nugraha, berkesempatan melakukan wawancara eksklusif belum lama tadi, berikut kutipan wawancaranya:

Bagaimana pandangan Anda terhadap perkembangan budaya merokok di Kalsel 5 tahun belakangan?

Jawab: 

Tentu harus kita akui perkembangannya semakin meresahkan, salah satunya dikarenakan terus tingginya angka perokok aktif yang ada di Kalsel. Hal ini tentunya tidak lepas dari berkembangnya industri rokok hari ini yang tidak hanya menyediakan rokok konvensional, tapi juga elektrik.

Ini tentunya menjadi tantangan juga bagi kami untuk bisa terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya berhenti merokok melalui program maupun edukasi yang konsisten. Utamanya demi kesehatan mereka maupun orang-orang terdekat mereka.

Ada pandangan di masyarakat rokok elektrik jauh lebih aman dan bisa membantu perokok konvensional berhenti merokok. Apa pandangan Anda?

Jawab: 

Itu jelas pandangan yang tidak benar. Resiko antara rokok konvensional dan elektrik sama besarnya. Bahkan kecendrungannya kalau sudah menggunakan rokok elektrik bisa memicu kita juga memakai rokok konvensional. Ini tentu resikonya jadi dobel dan akan mendorong pemicu berbagai penyakit, utamanya kanker di kemudian hari.

Bagaimana Anda melihat perokok pasif hari ini, benarkah resikonya sama besarnya?

Jawab: 

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang merokok hari ini, baik itu menggunakan rokok konvensional dan elektrik, tentunya orang-orang sekitarnya juga pasti akan ikut terpapar, makanya disebut perokok pasif. 

Kalau kita bicara resiko tentu sama besarnya, bahkan kalau boleh dibilang perokok pasif resiko terpapar racun rokok (Gas CO) lebih besar karena mereka bisa langsung terpapar asapnya. Berbeda dengan perokok aktif yang saat merokok dalam rokoknya itu ada dipasang filter. 

Makanya kalau ada perokok aktif baik konvensional dan elektrik saat sedang merokok, saya sarankan yang ada disekitarnya lebih baik menjauh saja, ini dilakukan untuk mengurangi resiko terpapar berbagai racun rokok (Gas CO) yang ada di dalam asap rokoknya.

Adakah saran yang efektif dari Anda untuk bisa berhenti ketergantungan dalam hal merokok?

Jawab: 

Tentunya yang pertama adalah dari niat. Tanpa niat yang kuat tentu sulit sekali menghilangkan ketergantungan merokok ini. Kemudian kedua kita bisa memulainya dengan mengurangi konsumsi rokok sedikit demi sedikit. Misalnya yang tiap hari harus sebungkus rokok, mungkin bisa dikurangi 1-3 batang sehari sampai nantinya tidak merokok lagi. Terakhir yang tidak kalah penting adalah perlunya dukungan keluarga dan orang sekitar. Dengan dukungan keluarga saya optimis ketergantungan dalam hal merokok ini bisa disembuhkan.

Adakah fasilitas yang disediakan pemerintah untuk membantu masyarakat dari ketergantungan merokok?

Jawab:

Tentu ada, namanya fasilitas kesehatan tingkat pertama layanan upaya berhenti merokok yang ada di seluruh Puskesmas di Kalsel. Disana masyarakat yang ingin berhenti merokok akan di cek terlebih dahulu terkait racun rokok (Gas CO) yang ada di dalam tubuhnya. Jika sudah ketahuan hasil racunnya lalu mereka akan diberikan edukasi terkait masalah penyakit yang akan timbul jika terus mengkonsumsi rokok. Selanjutnya mereka pun akan diberikan pendampingan konseling secara berkelanjutan hingga bisa lepas dari ketergantungan merokok.


BERI MATERI: Henny Setiawati, SKM., MM saat menjadi salah satu pembicara di seminar kesehatan yang diadakan oleh UNISKA - Foto Dok Istimewa

Selain fasilitas, kebijakan apa yang sudah di upayakan Pemerintah Daerah dalam meminimalkan dampak dari rokok, utamanya bagi perokok pasif?

Jawab:

Jelas sudah ada di Provinsi Kalsel, utamanya mengatur kawasan tanpa rokok yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Kalsel NO 18 Tahun 2024 tentang Kawasan tanpa rokok di perkantoran. Lalu kalau di Kabupaten dan Kota juga dikuatkan dengan Perda Kawasan Tanpa Rokok yang diterbitkan masing-masing Wali Kota dan Bupati se-Kalsel.

Dalam peraturan tersebut sudah jelas ada tujuh kawasan yang tidak boleh merokok sembarangan, pertama yaitu fasilitas layanan kesehatan, kedua tempat proses belajar mengajar, ketiga tempat bermain anak, keempat tempat ibadah, kelima angkutan umum, keenam tempat kerja dan ketujuh adalah tempat umum dan tempat yang ditetapkan lainnya.

Aturan ini sudah lama sebenarnya, namun memang implementasinya harus kita akui masih banyak kekurangan dan harus terus dilakukan pembenahan kedepannya untuk melindungi masyarakat banua menjadi perokok pasif. 

Selain masalah Rokok, Anda juga ikut menangani masalah sosialisasi kesehatan terkait kanker leher rahim dan payudara. Apa yang harus dilakukan oleh masyarakat Banua untuk terhindar dari dua penyakit tidak menular tersebut.

Jawab:

Yang paling penting adalah deteksi dini dengan mendatangi Puskesmas terdekat. Ini penting untuk memastikan kanker leher rahim dan payudara sedini mungkin. Khusus untuk kanker leher rahim disarankan rutin melakukannya 3 tahun sekali. Sedangkan untuk kanker payudara bisa dilakukan mandiri tiap 1 bulan sekali pada hari ke 7 – 10 setelah menstruasi dan 1 tahun sekali untuk periksa payudara secara klinis di Puskesmas terdekat. 

Dengan melakukan deteksi dini jika memang ada potensi maka tentu bisa langsung ditangani sehingga efek yang ditimbulkan tidak terlalu besar. Deteksi dini sekali lagi sangatlah penting, salah satunya untuk memastikan kaum hawa aman dari dua kanker tersebut dan kita bisa melakukan langkah awal yang efektif sehingga tidak sampai menyebabkan kematian di kemudian hari.

Adakah kebiasaan sehat yang dianjurkan agar kita bisa terhindar dari berbagai penyakit tidak menular tersebut, utamanya kanker leher rahim dan payudara?

Jawab:

Jelas ada, kita cukup mengamalkan CERDIK saja. C Adalah cek lah kesehatan rutin minimal 1 tahun sekali untuk periksa semua faktor resiko terjadinya penyakit tidak menular, baik gula darah, kolesterol, tekanan darah, berat badan dan pemeriksaan lainnya. Lalu E adalah enyahkan asap rokok dan jauhi orang-orang yang merokok sehingga kita tidak terpapar asap yang mengandung racun rokok (Gas CO). Lalu R adalah rajin lah berolahraga minimal 30 menit sehari. Lalu D adalah dietlah yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. I yaitu istirahat yang cukup dan terakhir K kelola stress dengan sebaik mungkin. 

Jika CERDIK ini bisa dilakukan secara konsisten, insyallah kualitas hidup kita jadi semakin baik, imunitas meningkat dan tidak mudah terserang berbagai penyakit tidak menular.

Terakhir, apa pesan Anda bagi generasi muda saat ini?

Jawab:

Terpenting adalah tentu menjaga kesehatan sejak muda dengan konsisten melakukan berbagai macam kebiasaan sehat, salah satunya CERDIK tadi. Karena percuma punya rencana dan mimpi besar tanpa ditopang oleh tubuh yang sehat.

Lalu yang tidak kalah penting generasi muda juga harus pandai mengatur dan disiplin waktu. Ini penting agar mereka bisa mencapai cita-cita yang diinginkan secara efesien dan lebih efektif.(***)


Peran Keluarga Jadi Pondasi Besar Henny Sukses Berkarir Sebagai ASN

LENGKAP: Henny Setiawati, SKM., MM bersama keluarga lengkapnya - Foto Dok Istimewa

BAGI Henny Setiawati, SKM., MM peran keluarga sangatlah mendukungnya dalam meniti karir sebagai seorang ASN di Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel hingga sekarang.

Tanpa dukungan keluarga tentunya dirinya sulit untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup kesehatannya, utamanya dalam hal penyakit tidak menular.

“Suami Dokter Meldy hingga anak-anak terus memberikan dukungan sampai hari ini. Makanya saya tetap terus semangat menjalani amanah ini dan terus aktif melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait dampak buruk budaya merokok, hingga antisipasi terhadap penyakit tidak menular seperti kanker leher rahim dan payudara,” ujarnya.


Walau keluarga terus memberikan dukungan dirinya mengaku tetap berupaya memprioritaskan keluarga saat berada diluar jam kerja.

“Kalau sudah waktunya untuk keluarga, tentunya fokus untuk memberikan perhatian kepada mereka. Ini penting supaya semua aktifitas bisa berjalan seimbang dan beriringan,” tambahnya.

Baginya untuk bisa memerankan dua hal yang berbeda secara seimbang, baik itu pekerjaan dan keluarga, kunci utamanya terletak pada manajemen waktu hingga komunikasi yang intensif.

“Tanpa dua hal itu tentunya sulit untuk bisa berjalan beriringan. Makanya sebisa mungkin saya usahakan dua hal itu selalu saya utamakan. Memanjemen waktu dengan baik agar keduanya bisa terurus dan senantiasa aktif melakukan komunikasi dengan suami dan anak secara rutin walau sesibuk apa pun,” tukasnya.(***)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال