![]() |
| BICARA: Kepala Dispora Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, memberikan sambutan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pemuda - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanah Laut menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pemuda bertema “Leadership for Impact: Membentuk Pemimpin Visioner, Tangguh dan Kolaboratif” di Pelaihari. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dispora Tanah Laut, Rudi Imtihansyah. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa rencana pembangunan jangka panjang daerah 2025–2045 difokuskan pada pembinaan serta penyiapan calon pemimpin masa depan.
“Kita menyamakan visi dan misi untuk menyiapkan kader muda Tanah Laut. Siapa yang akan menjadi bupati 2045, anggota DPRD, kepala dinas, bahkan pemimpin di tingkat provinsi dan nasional, bisa jadi ada di ruangan ini,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan, pemuda memiliki peran strategis sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yakni sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan. Menurutnya, momentum bonus demografi harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kapasitas serta membentuk karakter kepemimpinan.
“Bonus demografi adalah peluang. Tinggal kita memilih menjadi generasi yang sukses atau justru tertinggal. Karena itu, kita harus menempa diri dengan kemampuan dan mental kepemimpinan,” tegasnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan KNPI Provinsi Kalimantan Selatan yang memaparkan materi manajemen organisasi dan kepemimpinan. Hasnur Center menyampaikan materi pemetaan potensi diri dan kewirausahaan, Dispora Provinsi Kalsel membahas penguatan jejaring kepemudaan, serta alumni Lemhannas memberikan wawasan kebangsaan.
Kadispora juga mengapresiasi peran organisasi kepemudaan di Tanah Laut yang aktif menggelar musyawarah, diskusi, kegiatan seni, aksi sosial hingga tanggap bencana. Saat ini tercatat sekitar 48 organisasi di bawah KNPI serta berbagai komunitas lain yang turut menggerakkan kepemudaan daerah.
Dengan jumlah pemuda mencapai 24 persen dari total penduduk, sektor kepemudaan dinilai perlu mendapat perhatian strategis dalam perencanaan dan penganggaran. Sebanyak 30 peserta yang mengikuti pelatihan ini diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah awal menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan Tanah Laut.
“Kegiatan ini bagian dari proses panjang menyiapkan generasi unggul. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Penulis: Shinta

