![]() |
| KOORDINASI: Dinkes Balangan bersama BKPSDM Balangan pendampingan pembuatan Penetapan Angka Kredit (PAK) Khusus Alih Kategori bagi Jabatan Fungsional (JF) Tenaga Kesehatan - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan berkolaborasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Balangan menggelar kegiatan pendampingan pembuatan Penetapan Angka Kredit (PAK) Khusus Alih Kategori bagi Jabatan Fungsional (JF) Tenaga Kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Balangan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan tersebut menjadi langkah proaktif pemerintah daerah dalam menjawab berbagai kendala administratif yang dihadapi tenaga kesehatan, khususnya yang beralih dari jenjang keterampilan ke jenjang keahlian.
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan, Nelly Setia Astuty, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari banyaknya konsultasi tenaga kesehatan yang datang secara mandiri ke BKPSDM.
"Banyak JF Tenaga Kesehatan yang baru saja atau akan beralih kategori dari keterampilan ke keahlian merasa kesulitan. Untuk efisiensi, kami memfasilitasi pendampingan ini secara kolektif agar seluruh tenaga kesehatan, baik dari Puskesmas maupun RSUD, memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun PAK Khusus sebagai syarat kenaikan pangkat ke depan," ujar Nelly, Kamis (12/2/2026).
Koordinator Tim Kepangkatan BKPSDM Balangan, Reza Fahdina, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan. Ia menyebut pemahaman terkait PAK Khusus pasca-alih kategori masih belum merata di kalangan ASN.
“Mungkin ini pendampingan PAK Khusus Alih Kategori yang pertama kali dilakukan di Kalimantan Selatan. Belum banyak yang menyadari bahwa PAK Khusus ini adalah dokumen wajib yang akan diminta oleh verifikator BKN saat pengusulan kenaikan pangkat nantinya,” ungkap Reza.
Pendampingan dikemas secara semi-formal dengan penekanan pada praktik langsung. Tim Kepangkatan BKPSDM turut mendampingi peserta melakukan simulasi perhitungan angka kredit menggunakan lembar kerja yang telah disiapkan.
Setelah peserta memahami proses perhitungan secara manual, narasumber kemudian memperkenalkan aplikasi digital untuk mempermudah penghitungan angka kredit. Melalui aplikasi tersebut, peserta cukup menginput data diri, golongan, dan TMT untuk memperoleh hasil perhitungan secara otomatis dan akurat.
“Sengaja aplikasi ini kami perkenalkan setelah praktik manual. Tujuannya agar Bapak dan Ibu paham dulu filosofi perhitungannya, baru kemudian disandingkan dengan aplikasi untuk memastikan kebenaran datanya,” tambah Reza.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para pengelola kepegawaian Puskesmas maupun tenaga kesehatan yang hadir. Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan proses administrasi kepegawaian tenaga kesehatan di Balangan semakin tertib dan tidak mengalami kendala saat pengusulan kenaikan pangkat di masa mendatang.
Penulis: Sri Mulyani
