![]() |
| SIDAK: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat memantau kondisi banjir di berbagai wilayah di Indonesia - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL- Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan rencana kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Gubernur Kalsel H Muhidin mengatakan Wapres dijadwalkan datang pada hari ini, Kamis (8/1/2026).
Agenda tersebut berkaitan langsung dengan laporan banjir bandang yang sempat merendam permukiman hingga mendekati atap rumah.
“Itu terkait kondisi banjir yang sempat viral,” ujar Muhidin usai pelantikan pejabat, selasa (6/1/2026) lalu di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru.
Dirinya juga menjelaskan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan meninjau lokasi pascabanjir di Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan, yang terendam tinggi pada 27 Desember 2025.
Ia juga mengungkapkan tim Wapres telah melakukan peninjauan lokasi yang direncanakan dikunjungi yakni Balangan dan Banjar. Dalam rakor bersama Forkopimda, tim juga menyampaikan Wapres bakal mendarat di Bandara Waruking Kabupaten Tabalong. Selanjutnya Gibran menuju Tebing Tinggi.
Setelah peninjauan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali ke Bandara Warukin dan terbang menuju Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru. Dia kemudian meninjau lokasi banjir dan tempat pengungsian di Kecamatan Sungaitabuk, Banjar.
“Untuk Presiden belum ada kepastian. Tapi untuk Wapres, yang rencana Rabu ditunda ke Kamis sudah ada kepastian,” tegasnya lagi.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar Wasis Nugraha, memperjelas lokasi kunjungan di Desa Keramat.
“Wapres akan menyampaikan bantuan, penanganan banjir, setelah itu kembali ke Jakarta,” ujar Wasis.
Dirinya menjelaskan banjir di Banjar meluas. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Banjar pada Selasa pukul 16.00 Wita, banjir melanda 121 desa. Wilayah itu tersebar di sembilan kecamatan yakni Sungaitabuk, Martapura, Astambul, Martapura Barat, Martapura Timur, Kertakhanyar, Simpangempat, Cintapuri Darussalam dan Mataraman.
Sebanyak 23.133 rumah terdampak dan 13.732 di antaranya masih terendam. Korbannya mencapai 42.082 Kepala Keluarga atau sekitar 118.151 jiwa.
BPBD Banjar mencatat 3.041 jiwa masih mengungsi, baik di lokasi pengungsian resmi maupun di rumah keluarga dan kerabat. Lokasi pengungsian antara lain Aula Dinas Pendidikan, eks Puskesmas Martapura 2, Madrasah Manba’ul Ulum dan Aula Kecamatan Martapura Barat.
Pusdalops-PB BPBD Banjar juga telah melaporkan 3.451 hektare kebun dan sawah terdampak banjir. Sekda Banjar, Yudi Andrea, pun meminta Dinas Pertanian memonitoring potensi kerugian.
“Kami akan minta bantuan pemerintah pusat,” ujarnya.
Dilain pihak, Pemkab Balangan juga melakukan rakor pemantapan kunjungan Wapres, Selasa. Bupati Abdul Hadi menyampaikan rencana awal, Wapres meninjau lokasi pascabanjir di Desa Sungsum, Tebing Tinggi. Lokasi telah ditinjau tim Wapres.
Sumber: banjarmasin.tribunnews.com
