RSJ Sambang Lihum Fokus Tingkatkan Pelayanan ODGJ dan Penyandang Ketergantungan NAPZA

PAPARKAN KEGIATAN RENCANA: Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora  memaparkan kegiatan serta rencana program prioritas pada kegiatan Desk Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2026 – Foto MC Kalsel


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum memiliki tiga fokus utama penguatan program. Yang pertama yaitu optimalisasi pelayanan bagi ODGJ dan penyandang ketergantungan NAPZA. Kedua, peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan kompetensi tenaga kesehatan dan pendukung layanan. Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pada Desk hari ini kami menyampaikan tagging prioritas untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Rumah Sakit Jiwa memiliki peran strategis dalam pelayanan sosial, khususnya bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan penyandang ketergantungan NAPZA,” ujar Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora dalam kegiatan serta rencana program prioritas pada kegiatan Desk Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Thamrin, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (27/1/2026).

Selain penguatan program, RSJ Sambang Lihum juga mengusulkan dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan sarana dan prasarana. Saat ini terdapat dua gedung yang sudah tidak berfungsi akibat kerusakan berat.

“Untuk sarana prasarana, kami mengusulkan perhatian pemerintah daerah karena ada dua gedung yang sudah rubuh dan tidak bisa difungsikan. Mudah-mudahan pada tahun anggaran 2027 dapat teranggarkan untuk perbaikannya,” jelasnya.

Meski demikian, Yuddy menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan terus dilakukan dan telah menunjukkan hasil positif. Hal tersebut tercermin dari capaian kinerja RSJ Sambang Lihum, termasuk kontribusi pendapatan kepada pemerintah daerah yang pada tahun 2026 mencapai 115 persen.

Ia berharap, dengan dukungan dan perhatian pemerintah daerah, khususnya melalui APBD, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jiwa dan layanan sosial dapat semakin dimaksimalkan.

“Dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah, kami optimistis peningkatan kualitas layanan dapat terus ditingkatkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Kegiatan Desk Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2026 ini turut dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Selatan, Asisten II Setda Provinsi Kalsel, serta jajaran terkait lainnya sebagai bagian dari proses sinkronisasi dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah. 

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال