RSGM Gusti Hasan Aman Pertahankan Layanan Unggulan dan Pendidikan Gigi

DESK RENCANA: RSGM Gusti Hasan Aman memaparkan Desk Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2026 – Foto MC Kalsel


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman akan terus mempertahankan perannya sebagai pusat rujukan layanan unggulan gigi dan mulut sekaligus sebagai rumah sakit pendidikan.

Komitmen ini dipaparkan oleh Plt. Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda dalam forum Desk Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Thamrin, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (27/1/2026).

“Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyampaikan posisi dan rencana RSGM ke depan, yakni tetap mempertahankan eksistensi sebagai pusat rujukan layanan unggulan gigi dan mulut serta sebagai pusat pendidikan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peran tersebut sejalan dengan program prioritas Gubernur Kalimantan Selatan, khususnya dalam upaya kesehatan masyarakat perorangan dan pemberdayaan pusat pendidikan tenaga kesehatan. RSGM Gusti Hasan Aman juga merupakan rumah sakit gigi dan mulut pertama yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai Rumah Sakit Pendidikan.

“Cikal bakal pendirian RSGM adalah untuk mendukung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam mencetak tenaga kesehatan melalui pendidikan profesi. Hal ini sejalan dengan misi pertama Bapak Gubernur, yakni menjadikan Kalimantan Selatan sebagai pusat pendidikan kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, drg. Mashuda mengungkapkan bahwa RSGM Gusti Hasan Aman juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan tiga kementerian, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Kementerian Kesehatan. Kerja sama tersebut menempatkan RSGM sebagai role model Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di Indonesia.

Kerja sama lintas kementerian ini juga mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam pemerataan tenaga kesehatan hingga ke daerah pelosok.

“Kalimantan Selatan saat ini masih memiliki rasio dokter sekitar 1 banding 11.000, padahal idealnya 1 banding 2.000. Melalui peran pendidikan dan pelayanan RSGM, kami berupaya mendukung percepatan pemerataan tenaga kesehatan,” katanya.

Selain sebagai pusat pendidikan, RSGM Gusti Hasan Aman juga berperan sebagai pusat layanan unggulan gigi dan mulut. Hal ini dinilai sangat penting mengingat karakteristik wilayah Kalimantan Selatan yang didominasi daerah rawa dengan tingkat keasaman air yang tinggi, sehingga berdampak pada tingginya prevalensi karies gigi di masyarakat.

“Melalui layanan unggulan ini, kami berkomitmen mendukung peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan usia harapan hidup,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa RSGM Gusti Hasan Aman menjadi pusat pendidikan dokter gigi dan dokter gigi spesialis, termasuk kerja sama pendidikan program spesialis dengan Universitas Hasanuddin. Dengan masa pendidikan dokter gigi yang cukup panjang, diharapkan lulusan yang dihasilkan dapat berkontribusi dalam pemerataan layanan kesehatan gigi dan mulut di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Harapan kami, melalui peran pendidikan dan pelayanan ini, RSGM dapat terus eksis dan berkontribusi nyata dalam menurunkan prevalensi karies gigi secara lebih cepat,” tutupnya.

Kegiatan Desk Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2026 ini dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Selatan, Fatkhan, serta dihadiri perwakilan perangkat daerah terkait. 

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال