![]() |
BEREBUT BOLA: Pemain Barito Putera berebut bola dengan pemain PSS Sleman – Foto ligaindonesiabaru.com |
BORNEOTREND.COM, YOGYAKARTA – Laga antara PSS Sleman kontra PS Barito Putera menjadi ajang adu tajam lini serang paling produktif melawan pertahanan terkuat di Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. Pertandingan pekan ke-18 akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/1/2026) pukul 19.00 WIB.
Super Elja, julukan PSS Sleman, tampil sebagai tim paling subur di Grup Timur. Dari 17 pertandingan yang telah dilakoni, skuad asuhan Ansyari Lubis sukses mengoleksi 33 gol dan hanya kebobolan 14 kali.
Sementara itu, PS Barito Putera datang dengan reputasi sebagai tim dengan pertahanan paling solid. Dari jumlah pertandingan yang sama, Laskar Antasari baru kemasukan 6 gol dan mencetak 23 gol, menjadikan mereka pemilik lini belakang terkuat sejauh ini.
Pertemuan pertama kedua tim pada musim ini yang berlangsung di Stadion Demang Lehman, Banjar, Kalimantan Selatan berakhir tanpa gol. Hasil imbang 1-1 tersebut menjadi gambaran ketatnya persaingan antara kedua kesebelasan.
Tekankan Konsistensi dan Fokus
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menegaskan pentingnya konsistensi dan fokus penuh dalam menghadapi Barito Putera. Ia meminta anak asuhnya untuk tetap disiplin dan tidak terpancing dengan gaya bermain lawan.
“Artinya, kita harus tetap fokus dan menjaga konsentrasi di pertandingan. Sedikit saja lengah, tim lain bisa memanfaatkan situasi tersebut,” ujar Ansyari Lubis, Jumat (30/1/2026).
Selain aspek teknis, kondisi mental pemain juga menjadi perhatian utama pelatih PSS Sleman tersebut.
Ansyari menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan kepercayaan diri agar para pemain mampu tampil lepas namun tetap bertanggung jawab di atas lapangan.
Menurutnya, upaya meraih puncak klasemen merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani secara kolektif, baik di sesi latihan maupun pertandingan.
“Yang pasti, semua harus melalui proses dan kerja kolektif. Saya ingin pemain menikmati pertandingan, tapi tetap fokus dari menit pertama sampai akhir,” tambahnya.
Wonderkid Fadhilah Tegar Nur Aziz Absen
Selain itu, PSS Sleman dipastikan tidak diperkuat bek muda bertalenta, Fadhilah Tegar Nur Aziz, saat menjamu PS Barito Putera.
Absennya Aziz disebabkan cedera yang dialaminya saat menjalani official training jelang pertandingan melawan Persipura Jayapura pada Sabtu (24/1/2026). Cedera itu terjadi akibat insiden yang tidak disengaja di sisi lapangan.
“Dia bertabrakan dengan alat penyiram rumput di sisi lapangan hingga mengalami luka di tulang kering,” ujar Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, Kamis (29/1/2026).
Huistra menjelaskan, cedera yang dialami Aziz tergolong cukup serius sehingga tim pelatih dan tim medis memutuskan untuk memberinya waktu pemulihan maksimal.
PSS Sleman pun harus melakukan rotasi pemain demi menjaga kondisi sang bek muda.
“Kondisinya cukup serius sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit dan waktu pemulihan,” ungkapnya.
Menurut perkiraan tim medis, Aziz baru akan kembali bergabung dengan tim pada akhir Februari mendatang.
Huistra berharap proses pemulihan berjalan lancar agar sang pemain bisa segera kembali merumput.
“Harapannya Aziz akan segera kembali. Berdasarkan perkiraan, sekitar dua hingga tiga minggu dia bisa kembali bermain,” lanjutnya.
Meski kehilangan salah satu pemain muda andalan, tim pelatih PSS Sleman memastikan absennya Aziz tidak menjadi kendala berarti.
Sejumlah pemain yang masuk dalam regulasi pemain muda telah disiapkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
“Menit bermain Aziz cukup banyak di beberapa pertandingan terakhir. Saatnya Saiful Djoge atau Figo Dennis untuk mengambil peran tersebut,” jelas Huistra.
Ia juga mengaku terkesan dengan perkembangan para pemain muda PSS Sleman sejauh ini, termasuk dua rekrutan anyar yang menunjukkan peningkatan signifikan.
“Secara umum penampilan pemain muda sampai saat ini membuat saya terkesan. Secara khusus dua pemain muda rekrutan terbaru, mereka menunjukkan peningkatan berarti,” katanya.
Sumber: jogja.tribunnews.com
