![]() |
Kadinkes Kota Banjarbaru, dr Juhai Trianti Agustina – Foto P. Silitonga |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Pemerintah Kota Banjarbaru
memastikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) gratis bagi masyarakat
tetap berjalan dan tidak mengalami pengurangan, meskipun kebijakan efisiensi
anggaran diterapkan pada tahun anggaran 2026.
Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas
Kesehatan (Kadinkes) Banjarbaru dr Juhai Trianti Agustina, Rabu (21/1/2026).
Ia mengatakan pada 2026 Pemkot Banjarbaru telah
menganggarkan Rp21.387.013.200 untuk pembayaran premi peserta JKN yang
ditanggung pemerintah daerah.
“Anggaran itu dialokasikan untuk pembayaran premi peserta JKN Pemda Kota Banjarbaru,” ujarnya.
Namun demikian, berdasarkan hasil perhitungan serta proyeksi
pertumbuhan penduduk, anggaran ideal yang dibutuhkan untuk mempertahankan
Universal Health Coverage (UHC) prioritas di Kota Banjarbaru diperkirakan
mencapai Rp32.405.184.000.
“Jika melihat kebutuhan riil berdasarkan proyeksi jumlah
penduduk, memang masih terdapat kekurangan anggaran,” jelasnya.
Meski terdapat selisih anggaran sekitar Rp11 miliar, Juhai
menegaskan hal tersebut tidak akan berdampak pada penonaktifan kepesertaan JKN
gratis bagi masyarakat Banjarbaru.
“Kekurangan anggaran akan kami usulkan melalui anggaran
tambahan atau ABT. Harapannya, tidak terjadi penonaktifan peserta JKN di Kota
Banjarbaru,” tegasnya.
Sekadar tahu saja, jumlah peserta JKN yang ditanggung
Pemerintah Kota Banjarbaru tercatat sebanyak 71.330 jiwa per 31 Desember 2025
tadi.
"Pemko Banjarbaru berkomitmen menjaga layanan kesehatan
dasar bagi masyarakat tetap berjalan optimal meski terdapat kebijakan efisiensi
anggaran di berbagai sektor," pungkasnya.
Penulis: P.Silitonga
