![]() |
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini – Foto cnbcindonesia.com |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Pemerintah membuka peluang pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026, termasuk bagi lulusan baru atau fresh graduate.
"Tentunya saya concern ya terhadap teman-teman dari fresh graduate ya," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Senin (26/1/2026).
Menurut Rini, pemerintah hingga kini pun masih menghitung kebutuhan CPNS terbaru, dengan menantikan data usulan dari Kementerian atau Lembaga (K/L).
"Sedang kita hitung dulu, nanti kementerian lembaga tentunya harus sudah mempersiapkan diri untuk kebutuhan pegawainya," ucap Rini.
Kepala Badan Kepegawaiaan Negara (BKN) Zudan Arif Fakhrulloh sebelumnya mengungkapkan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait pembukaan seleksi ASN Tahun 2026. Sebelum membuka pendaftaran, pemerintah akan menetapkan kebutuhan nasional. Selain itu ada persetujuan formasi dan pengumuman resmi melalui portal pemerintah.
"BKN memiliki peran sentral dalam memastikan proses rekrutmen ASN berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penipuan. Seluruh pendaftaran ASN hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN yang dikelola BKN, bukan melalui tautan pribadi atau situs tidak dikenal," tegas Zudan dalam laman BKN dikutip Senin (26/1/2026).
Zudan menegaskan perihal adanya video palsu yang tersebar di media sosial, berisi informasi pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2026, dan mengarahkan masyarakat ke tautan tidak resmi yang berpotensi mengandung risiko kejahatan siber.
Zudan menegaskan, video yang menampilkan figur menyerupai dirinya sendiri itu bukan merupakan video resmi dan tidak pernah dikeluarkan oleh BKN.
Berdasarkan hasil analisis forensik digital, BKN memastikan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) atau deepfake. Rekayasa itu memalsukan wajah dan suara sehingga menyerupai sosok Kepala BKN Zudan.
Menurut BKN, video itu tidak memenuhi unsur rekaman autentik, baik dari sisi visual, audio, perilaku biologis wajah, konsistensi pencahayaan, maupun metadata digital.
"Seluruh informasi yang disampaikan dalam video tersebut adalah tidak benar (hoaks) dan tidak pernah diumumkan melalui kanal resmi BKN. Oleh karena itu, video tersebut tidak dapat dijadikan rujukan informasi apa pun," ucap Zudan.
800 Ribu ASN Bakal Pensiun
Menteri PANRB Rini Widyantini mengungkapkan, sekitar 800 ribu aparatur sipil negara (ASN) bakal pensiun dalam rentang lima tahun ke depan.
Menurut Rini, jumlah yang pensiun itu setara dengan 13% dari total ASN yang tercatat di Indonesia saat ini sebanyak 6,5 juta orang. Banyak ASN yang masuk masa purna bakti itu kata dia dalam kondisi masih produktif, berpengalaman, dan memiliki jejaring yang kuat.
"Jika potensi ini dapat dimanfaatkan dengan baik, maka purna bakti ASN tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga dapat berkontribusi pada penguatan aktivitas ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan," kata Rini saat memberikan pidato kunci dalam Seminar Kebebasan Financial Melalui Entrepreneur dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, Bandung, dikutip Senin (26/1/2026).
Banyaknya ASN yang akan pensiun dalam periode 5 tahun ke depan itu kata dia sejalan dengan dinamika demografi Indonesia yang bergerak menuju periode penuaan penduduk alias aging population.
Dalam konteks pengelolaan SDM, Rini menegaskan angka ASN yang akan pensiun ini mencerminkan tantangan yang tidak kecil, khususnya terkait keberlanjutan kapasitas SDM ASN dan kesejahteraan ASN pasca purna bakti.
Namun, dengan banyaknya ASN yang masih dalam kondisi produktif dan memiliki pengalaman maupun jejaring yang kuat meski memasuki masa pensiun, ia menganggap mereka dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi.
Apalagi, Rini mengatakan, ASN ditempa melalui berbagai pengembangan kompetensi. Kinerjanya dikelola secara berkelanjutan, dan pengalaman puluhan tahun telah membentuk pengetahuan, kebijaksanaan, serta kemampuan manajerial yang matang.
"Karena itu, ketika memasuki masa purna tugas, pengalaman tersebut tidak berhenti begitu saja. Saya berharap justru bertransformasi menjadi aset sosial dan ekonomi yang dapat terus memberi nilai tambah bagi masyarakat," tutur Rini.
Kendati begitu, Rini mengakui, masa purna bakti tentu akan memiliki efek pada kondisi finansial. Di samping juga ada dampak terhadap kesehatan mental, relasi sosial, dan rasa kebermaknaan hidup. Berbagai studi menurutnya telah menunjukkan bahwa ketidaksiapan non-finansial dalam transisi pensiun berkontribusi pada menurunnya kesejahteraan dan partisipasi sosial di usia lanjut.
"Artinya, meskipun kebutuhan finansial relatif tercukupi, tanpa kesiapan mental dan sosial, fase ini tetap bisa terasa berat," jelasnya.
Individu yang mengalami kehilangan peran dan rutinitas kerja tanpa transisi yang baik cenderung mengalami penurunan well-being dan kepuasan hidup. Bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena mereka belum memiliki ruang peran pengganti yang jelas. Oleh sebab itu, perencanaan untuk tetap bisa produktif menurut Rini menjadi penting.
"Inilah sebabnya, purna bakti tidak cukup dipahami sebagai persoalan ekonomi semata, tetapi sebagai fase kehidupan yang perlu disiapkan secara lebih menyeluruh," ujarnya.
Sumber: cnbcindonesia.com
