![]() |
| ALAT PANTAU: Pemasangan sistem telemetri untuk memantau permukaan air oleh Dinas PUPR Banjarbaru - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Pemerintah Kota Banjarbaru terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir dengan memanfaatkan teknologi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan sistem telemetri untuk memantau ketinggian muka air sungai secara daring dan terbuka bagi publik.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sistem pemantauan digital ini mulai dipasang sejak akhir tahun 2025 dan kini masih berada pada tahap uji coba operasional.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banjarbaru, Muhammad Deny Pramuji, menjelaskan bahwa telemetri memungkinkan pemantauan kondisi sungai dan curah hujan secara aktual karena terhubung langsung dengan jaringan internet.
“Dengan sistem ini, data ketinggian air dan curah hujan bisa dipantau secara aktual karena langsung masuk ke jaringan internet,” ujarnya.
Berbeda dari sistem peringatan dini konvensional yang mengandalkan alarm manual, informasi dari telemetri ini disebarluaskan melalui pesan WhatsApp kepada pihak terkait serta ditampilkan pada laman resmi agar dapat diakses masyarakat kapan saja.
“Kalau kami bukan pakai alarm, tapi melalui broadcast WA dan website. Jadi datanya bisa dipantau kapan saja,” kata Deny.
Ia menambahkan, alat telemetri tidak hanya mengukur ketinggian muka air sungai, tetapi juga mencatat intensitas curah hujan di sekitar titik pemasangan. Data yang dihasilkan dinilai cukup akurat dan saat ini telah dimanfaatkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru sebagai bahan pemantauan awal.
“Datanya sudah digunakan BPBD untuk monitoring. Sementara ini hasilnya cukup baik,” ujarnya.
Saat ini, sistem telemetri telah terpasang di tiga titik yang dinilai strategis dan rawan banjir, yakni kawasan Kemuning, Tonhar, serta Sungai Kuranji di Kecamatan Cempaka. Ketiga lokasi tersebut selama ini menjadi fokus pengendalian dan pemantauan banjir di Kota Banjarbaru.
Ke depan, Dinas PUPR Banjarbaru berharap sistem pemantauan berbasis digital ini dapat terintegrasi sepenuhnya dengan BPBD. Dengan demikian, data ketinggian air sungai dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam upaya mitigasi serta penanganan bencana banjir.
Penulis: P. Silitonga
