Kick Off Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026, Kampung Budaya Didorong Jadi Motor Kreativitas Aerocity Banjarbaru

PAMFLET: Rangkaian Kick Off Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026 - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Kampung Budaya Mbaroh resmi memulai langkah strategis pengembangan kawasan melalui Kick Off Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026 yang akan digelar pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 14.30 WITA, di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

Kegiatan ini diinisiasi kolaborasi lintas komunitas bersama Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru sebagai upaya mendorong kampung budaya menjadi simpul penting pembangunan kota kreatif sekaligus bagian integral dari pengembangan kawasan Aerocity Banjarbaru.

Pemilihan kampung sebagai titik awal peta jalan didasarkan pada pandangan bahwa budaya tumbuh dari ruang hidup warga. Kampung tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang produksi seni, tradisi, pengetahuan lokal, serta aktivitas ekonomi kreatif yang berkembang secara organik dan berkelanjutan.

Kampung Budaya Mbaroh dinilai memiliki posisi strategis karena berada di kawasan penyangga bandara dan Aerocity. Di wilayah ini, aktivitas seni, kelompok tani, komunitas warga, serta nilai gotong royong masih terjaga dan aktif. Potensi tersebut dirangkai dalam sebuah peta jalan bersama agar berkembang terarah dan memberi dampak ekonomi maupun sosial bagi warga.

Peta Jalan Mbaroh Aero Kalcer 2026 disusun sebagai panduan penguatan peran kampung budaya dalam ekosistem ekonomi kreatif kota. Selain menyelaraskan potensi budaya lokal dengan pembangunan Aerocity, peta jalan ini juga menjadi bagian dari langkah Banjarbaru menuju Kota Kreatif Nasional 2027 dan Kota Kreatif Dunia 2029.

Konsep Aero Kalcer (Aero–Culture–Creative) menempatkan budaya dan kreativitas sebagai fondasi pembangunan kawasan yang inklusif, terhubung, dan berbasis partisipasi warga. Kampung diposisikan sebagai subjek pembangunan yang memiliki peran aktif dalam menentukan arah masa depannya.

Kick off akan diisi berbagai kegiatan yang merepresentasikan identitas Kampung Budaya Mbaroh, seperti pertunjukan Reog Ponorogo, Campursari, atraksi silat tradisional, serta perpustakaan keliling sebagai upaya penguatan literasi warga. Kegiatan diawali doa bersama sebagai penanda dimulainya perjalanan peta jalan secara sosial dan spiritual.

Selain itu, digelar rembug warga untuk membahas peran dan kesiapan masyarakat dalam menjalankan peta jalan tersebut. Pengunjung juga dapat mengunjungi Kebun Eduwisata Laura dan menyaksikan panen ketiga edamame dari KWT Sri Rejeki sebagai simbol kemandirian ekonomi kampung.

Panitia mengimbau masyarakat memanfaatkan transportasi umum yang telah terintegrasi melalui layanan Trans Banjarbakula dan Trans Banjarbaru. Informasi rute dan jadwal armada dapat diakses melalui Aplikasi Mitra Darat.

Melalui kegiatan ini, Kampung Budaya Mbaroh diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana kampung mampu berperan sebagai motor budaya dan kreativitas dalam pembangunan kawasan Aerocity Banjarbaru.

Penulis: P. Silitonga 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال