BORNEOTREND.COM, KALSEL - Provinsi Kalimantan Selatan saat ini memiliki 3 Sekolah Rakyat yang lokasinya berada di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru. Untuk Banjarbaru, lokasinya berada tepat di depan Balai BBPPKS. Ketiga sekolah tersebut dibangun telah berkontrak dan mulai berjalan sejak 17 November 2025.
Selain tiga lokasi tersebut, pemerintah pusat juga membuka peluang penambahan dua titik pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan. Salah satunya direncanakan berada di sekitar lahan BBPPKS, serta satu lokasi lain di Jalan Gubernur Sarkawi, di samping Rumah Sakit Sambang Lihum, yang merupakan usulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan telah mendapat persetujuan untuk tahap pembangunan berikutnya.
“Untuk lokasi di Jalan Gubernur Sarkawi memang lahannya rawa, sehingga waktu pembangunannya kemungkinan lebih lama, bisa sampai 12 bulan. Tapi Alhamdulillah sudah disetujui dan masuk rencana tahap lanjutan,” jelas Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie.
Farhanie mengungkapkan, progres pembangunan tiga lokasi tahap pertama saat ini masih sekitar 8,8 persen dan berada pada tahap awal seperti clearing lahan. Targetnya, pembangunan Sekolah Rakyat permanen dapat selesai dalam waktu 240 hari agar siswa rintisan bisa dipindahkan dan mulai menempati sekolah baru pada tahun ajaran Juli mendatang.
Terkait kapasitas, satu Sekolah Rakyat dirancang mampu menampung sekitar 1.000 hingga 1.200 siswa per lokasi, dengan jenjang pendidikan terintegrasi mulai dari SD, SMP hingga SMA. Persyaratan masuk Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin, khususnya yang putus sekolah, melalui proses asesmen ketat oleh pendamping sosial.
“Anak-anak ini memiliki potensi luar biasa. Banyak yang multitalenta dan berprestasi. Sekolah Rakyat ini berbasis boarding school, jadi selain pendidikan formal, potensi anak juga digali, termasuk pembinaan karakter dan keagamaan,” ucap Farhanie.
Ia berharap, keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Selatan.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang diselenggarakan di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/01/2026). Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan launching Sekolah Rakyat yang diresmikan langsung oleh Prabowo Subianto di Kalimantan Selatan.
Farhanie mengatakan, persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, hanya sekitar satu minggu. Meski demikian, seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, khususnya Kementerian Sosial Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini kita sukses melaksanakan launching Sekolah Rakyat oleh Bapak Presiden. Persiapannya sangat mepet, tapi kawan-kawan dari Kemensos luar biasa. Bahkan pembangunan panggung ini proses pengurukannya saja hanya tiga hari dan materialnya didatangkan dari Surabaya,” kata Farhanie.
Sumber: MC Kalsel
