Hafis Ansyari Dorong Penataan Wisata Tabat Besar di 2026, Siap Dikembangkan Jadi Destinasi Alam

SOSOK: Anggota Komisi III DPRD Balangan, Hafis Ansyari - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Anggota DPRD Kabupaten Balangan Komisi III, Hafis Ansyari, meninjau langsung kawasan Tabat Besar atau Bendungan Kali Meraup yang berada di Desa Inan Panggung, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan.

Dalam kunjungannya tersebut, Hafis Ansyari menyampaikan harapannya agar pada tahun 2026 kawasan Tabat Besar dapat segera dibenahi dan dikembangkan menjadi destinasi wisata alam. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya karena merupakan bagian dari sistem irigasi pedesaan hasil karya para nenek moyang.

“Di tahun 2026 ini Tabat Besar atau Bendungan Kali Meraup perlu dibenahi dan dijadikan wisata alam karena merupakan bagian dari irigasi pedesaan hasil karya para nenek moyang, dan Pemkab Balangan siap mengocorkan dana untuk pembenahan Tabat Besar,” ungkap Hafis kepada awak media, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, rencana pembenahan tersebut meliputi pembangunan jembatan kecil serta pendopo atau tempat berkumpul masyarakat yang akan dibangun tepat di atas kawasan danau Tabat Besar.

Selain sebagai irigasi, Tabat Besar juga telah lama menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat Desa Inan Panggung. Hafis menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini rutin menjadi lokasi berbagai kegiatan tradisional yang telah membudaya, salah satunya lomba menangkap ikan.

“Beberapa kegiatan telah dilaksanakan dalam beberapa tahun ini yang sudah membudaya bagi masyarakat warga Inan seperti lomba menangkap ikan yang setiap kegiatannya selalu dihadiri bupati serta ribuan masyarakat,” jelasnya.

Dalam perlombaan tersebut, peserta yang terlibat mencapai ratusan orang, mulai dari orang dewasa, anak muda hingga anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka menggunakan alat-alat tradisional seperti jala (lunta), hancau, tangguk, halawit, hingga sarakap untuk menangkap ikan.

Berbagai jenis ikan berhasil diperoleh warga dalam kegiatan tersebut. Ikan rawa masih mendominasi hasil tangkapan, seperti ikan gabus, sapat, sapat siam, pepuyu, kapar, dan patung. Sementara ikan sungai juga ditemukan di lokasi yang sama, di antaranya saluang, puyau, baung, sanggiringan, laris, banjir, serta jenis ikan sungai lainnya.

Dengan adanya penataan dan pembenahan kawasan, Hafis berharap kegiatan-kegiatan tradisional tersebut dapat terus dilestarikan dengan fasilitas yang lebih memadai.

“Dengan dibenahinya Tabat Besar ini diharapkan jika nantinya akan diadakan lomba tangkap ikan maka para pejabat yang hadir sudah tersedia tempat yang layak,” kata Hafis Ansyari.

Tabat Besar atau Kali Meraup sendiri cukup dikenal oleh masyarakat setempat. Selain berfungsi sebagai objek wisata alam, kawasan ini juga menjadi sistem irigasi sederhana pedesaan serta lokasi berkembang biaknya berbagai jenis ikan sungai dan rawa.

Penulis: Sri Mulyani 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال