BORNEOTREND.COM, KALSEL - Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto menegaskan pentingnya efisiensi anggaran serta keberanian menetapkan prioritas di tengah tantangan keuangan daerah tahun 2027 demi kepentingan masyarakat. Bupati mengumpamakan pengelolaan daerah layaknya mengatur rumah tangga, di mana keinginan yang bersifat sekunder harus ditunda demi memenuhi kebutuhan yang lebih mendesak.
"Itulah PR kita, tantangan itu menjadi cinta untuk bagaimana caranya proses membangun itu tetap berjalan. Berarti harus ada yang kita pangkas, harus bisa berbesar hati. Kalau di rumah tangga kan, misalnya istrinya mau beli kalung, mungkin ‘waduh, jangan dululah, kita mementingkan sekolah anak dulu’," ujar Rahmat Trianto dalam arahannya di Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 yang berlangsung di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Kamis (29/1/2026).
Secara khusus, purnawirawan perwira menengah TNI tersebut menyoroti kebiasaan birokrasi yang kerap menguras anggaran melalui kegiatan seremonial maupun perjalanan dinas yang dinilai kurang mendesak.
“Ya, sama seperti tadi disampaikan, perjalanan dinas yang tidak penting kita pangkas dan bimtek yang dirasa tidak perlu kita kurangi, dengan mengutamakan infrastruktur pembangunan karena masih banyak saudara-saudara kita yang belum tersentuh kebutuhan untuk meningkatkan sumber daya manusia,” tegasnya.
Pesan tegas tersebut disampaikan agar perencanaan pembangunan tahun 2027 benar-benar menjangkau wilayah yang selama ini terpinggirkan, seperti Pantai Harapan, sekaligus mendorong pemerataan infrastruktur agar tidak ada lagi masyarakat Tanah Laut yang tertinggal dalam akses informasi maupun ekonomi.
“Kita fokus mengajak saudara-saudara kita di wilayah seperti Pantai Harapan dengan mendorong pembangunan infrastruktur secara bertahap, agar tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal sehingga kehilangan kesempatan untuk berkembang,” tambah Bupati Tanah Laut.
Dalam forum tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyampaikan tema utama pembangunan tahun 2027, yaitu “Penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berdaya Saing serta Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi melalui Sektor Unggulan.”
Acara ini turut diisi paparan kondisi makro daerah oleh Kepala BPS Tanah Laut, proyeksi pendapatan dari Kepala Bapenda, serta gambaran tantangan pengelolaan keuangan oleh Kepala BPKAD, yang selanjutnya akan dirangkum oleh Bappeda sebagai bahan penyempurnaan RKPD 2027, tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025–2029.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati dan Wakil Bupati Tanah Laut, Sekretaris Daerah, para kepala SKPD, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi wanita, serta sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten Tanah Laut, yang turut memberikan masukan dan pandangan dalam penyusunan arah pembangunan daerah ke depan.
Penulis: Shinta
