Gelar Reses, Firman Yusi Motivasi dan Serap Aspirasi Petani Tabalong

SERAP ASPIRASI: Anggota DPRD Kalsel, Firman Yusi, saat berdialog dengan masyarakat Tabalong - Foto Dok Istimewa 

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Firman Yusi, menggelar reses masa sidang I Tahun 2026 di Kabupaten Tabalong, daerah paling utara di Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan reses tersebut dilaksanakan pada 14–21 Januari 2026 dengan fokus menyerap aspirasi serta memotivasi para petani.

Firman Yusi yang merupakan Anggota Komisi II DPRD Kalsel Bidang Ekonomi dan Keuangan sekaligus membidangi sektor pertanian, menyampaikan bahwa reses ini menjadi sarana penting untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi petani di daerah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi sekaligus menyerap aspirasi petani di Kabupaten Tabalong. Karena itu, kami bertemu langsung dengan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani di Desa Padangin, Kecamatan Muara Harus,” ungkap Firman Yusi.

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini menambahkan, selama delapan hari masa reses, dirinya melakukan sejumlah pertemuan dengan kelompok tani (Poktan) dan kelompok wanita tani (Pokwan) di Desa Padangin.

Dalam pertemuan tersebut, Firman Yusi berdiskusi bersama petani mengenai berbagai persoalan pertanian, mulai dari upaya peningkatan usaha tani hingga kendala yang selama ini dihadapi petani di lapangan.

“Kami mendiskusikan upaya peningkatan produksi pertanian bersama petani Bumi Saraba Kawa Tabalong. Hal ini penting untuk memperkuat sektor pertanian daerah,” tambahnya.

Menurut Firman Yusi, Kabupaten Tabalong memiliki posisi strategis dan potensi besar di sektor pertanian. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah sendiri, hasil pertanian Tabalong juga berpeluang menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan wilayah tersebut.

Ia menilai, potensi pertanian di Tabalong perlu terus dikembangkan dan diberdayakan, seiring dengan kekayaan sumber daya alam lainnya yang dapat menunjang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Maka dari itu, sangat disayangkan jika petani melalui Poktan dan Pokwan tidak kita berdayakan. Salah satunya dengan memberikan motivasi dan semangat agar mereka terus meningkatkan produktivitas pertanian,” pungkasnya.

Penulis: Fathur

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال