BORNEOTREND.COM, KALSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal daerah serta kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan secara nasional.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Banjarbaru, Adi Maulana, mengatakan pada tahun anggaran 2026 Pemerintah Kota Banjarbaru mengalami efisiensi anggaran yang cukup signifikan.
“Efisiensi anggaran mencapai sekitar 54 persen dari total pagu sebelumnya. Total anggaran Dinas PUPR Kota Banjarbaru pada tahun 2026 tersisa sekitar Rp117 miliar, termasuk di dalamnya belanja pegawai dan kebutuhan operasional lainnya,” ucapnya.
Meski demikian, lanjut dia, kondisi tersebut tidak berdampak langsung pada Dinas PUPR Kota Banjarbaru yang harus menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan program kerja.
Seluruh program yang dijalankan, katanya, dipastikan tetap mengacu dan selaras dengan program prioritas Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.
Dari total anggaran tersebut, lanjut Adi, porsi yang benar-benar dapat digunakan untuk penanganan fisik harus seoptimal mungkin.
Anggaran tersebut difokuskan untuk pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar.
“Sesuai dengan arahan Ibu Walikota, maka kami memprioritaskan program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Dalam hal ini, Bidang Bina Marga difokuskan pada penanganan jalan-jalan lingkungan yang menjadi akses utama warga di kawasan permukiman,” ungkapnya.
Untuk tahun 2026, Bidang Bina Marga merencanakan sejumlah paket pekerjaan rehabilitasi jalan lingkungan.
Di antaranya rehabilitasi jalan lingkungan di Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang, rehabilitasi jalan lingkungan di Kecamatan Banjarbaru Utara, serta rehabilitasi jalan lingkungan di Kecamatan Banjarbaru Selatan.
Selain itu, terdapat juga pemeliharaan berkala jalan lingkungan di Kecamatan Cempaka.
Selain rehabilitasi, terdapat tiga paket peningkatan jalan lingkungan yang akan dilaksanakan, yakni peningkatan jalan lingkungan di Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Cempaka, dan Kecamatan Liang Anggang.
Peningkatan ini umumnya menyasar jalan yang sebelumnya masih berupa tanah, sehingga ditingkatkan menjadi perkerasan, bahkan di beberapa lokasi memungkinkan untuk langsung ditingkatkan hingga beraspal.
Terkait strategi pelaksanaan pekerjaan, Adi menegaskan bahwa pihaknya berupaya melakukan percepatan sejak awal tahun.
Survei lapangan telah dilakukan sejak Desember 2025, sehingga pada Januari 2026 proses sudah memasuki tahap persiapan pengadaan barang dan jasa serta review dokumen.
“Target kami, proses pemilihan penyedia bisa dimulai di akhir Januari atau awal Februari. Jika berjalan lancar, kontrak pekerjaan dapat dilakukan pada pertengahan hingga minggu ketiga Februari, untuk pelaksanaan fisik diperkirakan mulai efektif pada awal April 2026,” pungkasnya.
Penulis: P. Silitonga
