Banjir Tak Kunjung Surut, SPPG Kalsel Salurkan 750 Paket Bantuan ke Desa Pembantanan

 

BANTUAN KEMANUSIAAN: SPPG Kalsel turun langsung bantu korban banjir di setiap RT Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar
 

BORNEOTREND.COM, KALSEL - Banjir yang telah berlangsung lebih dari satu bulan masih merendam seluruh permukiman warga di setiap RT Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan terpaksa bertahan di rumah dengan kondisi aktivitas ekonomi yang lumpuh total.

Melihat kondisi tersebut, Paguyuban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir guna meringankan beban hidup masyarakat.

Perwakilan Paguyuban SPPG Kalimantan Selatan, H Aftahuddin, menyampaikan bahwa dari seluruh SPPG yang ada di Kalimantan Selatan, sebanyak 28 SPPG turut berpartisipasi sebagai donatur dan menunjukkan kepedulian terhadap korban banjir.

“Sebanyak 28 SPPG di Kalsel ikut peduli terhadap bencana banjir. Saat ini kami berbagi melalui dapur-dapur SPPG, dengan menurunkan langsung tim ke lapangan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 750 paket yang terdiri atas sembako, selimut, nasi siap saji, obat-obatan, serta makanan ringan untuk anak-anak. Selain itu, SPPG juga menurunkan tenaga medis untuk memberikan layanan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini kami salurkan terutama ke wilayah yang selama ini jarang tersentuh. Dari pengamatan kami, baik pemerintah kota maupun provinsi belum sepenuhnya menjangkau kampung-kampung di daerah ini, sehingga kami terus berupaya mencari dan menjangkau lokasi-lokasi tersebut,” katanya.

Menurutnya, kondisi di lapangan cukup menantang akibat keterbatasan akses. Bahkan, sejumlah titik yang biasanya tidak dapat dijangkau dengan kelotok kecil tetap diupayakan untuk didatangi.

“Sekitar tujuh RT yang sebelumnya belum terjamah bantuan akhirnya berhasil kami kunjungi. Medan cukup sulit, namun tetap kami upayakan demi masyarakat,” jelasnya.

Selain menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir, SPPG juga memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah tetap berjalan. Namun, akibat kondisi banjir, menu yang diberikan disesuaikan.

“Untuk sekolah-sekolah, kami tetap menyalurkan MBG setiap hari sesuai menu yang diwajibkan pemerintah. Karena kondisi banjir, menu basah diganti dengan menu kering seperti telur, abon, buah, roti, dan makanan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 03 Desa Pembantanan, Arfani, mengatakan genangan air setinggi lutut orang dewasa membuat warga tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani dan pembudidaya perikanan kehilangan mata pencaharian akibat banjir yang belum juga surut.

“Sudah lebih dari satu bulan warga bertahan di rumah. Semua aktivitas mati total, terutama petani dan perikanan. Akses darat juga sangat sulit dilalui,” ujar Arfani.

Ia menambahkan, bantuan dari pemerintah maupun berbagai pihak sangat membantu meringankan beban warga. Seluruh bantuan yang diterima dibagikan secara merata kepada kepala keluarga terdampak.

“Kami bersyukur ada bantuan dari pemerintah dan juga dari SPPG. Bantuan ini sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال