![]() |
| KOMPAK: Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, berfoto bersama atlet berprestasi usai penyerahan bonus - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALTIM – Pemprov Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya terhadap olahraga difabel dengan menyalurkan bonus sebesar Rp13,09 miliar bagi para pejuang prestasi di ajang Peparnas XVII/2024 Solo. Bonus tersebut diberikan kepada 105 penerima yang terdiri atas 44 atlet, 38 pelatih, 17 ofisial teknik, dan 6 manajer.
Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan bahwa pemberian bonus ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras para atlet yang telah membawa nama Kaltim bersinar di tingkat nasional.
“Ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan atlet difabel. Prestasi mereka harus mendapat dukungan yang setara dengan cabang olahraga lainnya,” ujarnya di Aula Kantor Dispora Kaltim, Kompleks Kadrie Oening Samarinda.
Bonus disalurkan berdasarkan kategori perolehan medali, dengan rincian:
Perorangan: emas Rp300 juta, perak Rp175 juta, perunggu Rp90 juta.
Beregu 2–4 orang: emas Rp200 juta, perak Rp100 juta, perunggu Rp60 juta.
Beregu lebih dari 4 orang: emas Rp100 juta, perak Rp75 juta, perunggu Rp50 juta.
Seluruh anggaran ini dibebankan melalui DPA Perubahan Dispora Kaltim Tahun Anggaran 2025 pada bidang pembudayaan olahraga.
Dalam sambutannya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kontingen yang telah bekerja keras hingga mengantarkan Kaltim meraih peringkat ke-13 nasional. Ia menekankan bahwa mimpi besar dan disiplin merupakan kunci utama dalam membangun mental juara.
“Seorang pemenang harus punya mimpi. Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kalau tak sampai ke langit ketujuh, kau tetap akan jatuh di antara bintang-bintang,” ucapnya.
Rudy juga menekankan bahwa keberhasilan tidak pernah lahir dari sikap bermalas-malasan. “Enggak ada orang santai itu sukses, dan enggak ada orang sukses itu santai,” tegasnya.
Ia memastikan Pemprov Kaltim akan selalu hadir memberi dukungan yang lebih dari sekadar maksimal. “Pemerintah tidak hanya men-support 100 persen, tapi 1000 persen,” tandasnya.
Pemberian bonus ini diharapkan menjadi penyemangat bagi atlet difabel Kaltim untuk terus mencetak prestasi yang lebih tinggi di ajang Peparnas berikutnya serta berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia daerah.
Penulis: Agustina
