Kontes Kambing se-Kalimantan Selatan di Pelaihari Jadi Momentum Kebangkitan Peternak Lokal

KONTES KAMBING: Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto menyerahkan piala kepada pemenang kontes kambing di Pasar Hewan Pelaihari – Foto Syaiful


BORNEOTREND.COM, KALSEL – Kontes Ternak Kambing se-Kalimantan Selatan yang digelar di Pasar Hewan Sarang Halang, Kamis (27/11/2025) berlangsung sukses dan meriah. Tiga pilar utama penyelenggara, yakni Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Muhammad Mursyi, serta Ketua Pelaksana Handri Sulistiono satu suara menjadikan ajang ini sebagai momentum kebangkitan peternak lokal.

Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto yang hadir membuka acara, menekankan aspek sumber daya manusia dalam sambutannya. 

Menurutnya, keberhasilan sektor peternakan tidak hanya bergantung pada modal, tetapi pada keahlian khusus atau "tangan dingin" para peternak.

"Pasar ternak Pelaihari ini harus siap berdaya saing dengan hasil-hasil ternak dari luar. Beternak itu harus memiliki tangan-tangan dingin. Kadang orang beli kambing untuk beternak tidak pernah jadi, tapi ada orang-orang tertentu dengan tangan dinginnya kambing itu jadi luar biasa," ujar Rahmat Trianto saat memberikan motivasi kepada para peserta.

Bupati berharap, melalui kontes ini, para peternak yang memiliki bakat tersebut dapat muncul ke permukaan dan menjadi contoh bagi yang lain dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

Dari sisi teknis pemerintahan, Kepala Disnakeswan Tala, Muhammad Mursyi, memaparkan data krusial yang menjadi landasan pelaksanaan acara ini. Ia mengungkapkan bahwa Kalimantan Selatan masih sangat bergantung pada pasokan luar daerah untuk memenuhi kebutuhan daging kambing.

"Untuk Kalimantan Selatan, kita kekurangan tidak kurang dari 3.000 ekor per bulan yang akhirnya harus mendatangkan dari luar daerah. Kontes ini perlu kita lakukan untuk memicu peternak lokal agar lebih semangat mengembangkannya," tegas Mursyi dalam laporannya.

Mursyi menegaskan bahwa Disnakeswan berkomitmen menjadikan Pelaihari bukan sekadar tempat transit ternak, melainkan basis produksi utama untuk menyuplai kebutuhan regional Kalimantan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Handri Sulistiono melaporkan kesuksesan teknis acara yang menjadi agenda tahunan kedua ini. Handri menyebutkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dari jumlah pendaftar yang mencapai 151 ekor dari berbagai kabupaten/kota.

"Kami menyediakan total hadiah sebesar Rp 79.500.000 untuk mengapresiasi kerja keras peternak. Kompetisi dibagi dalam tiga kelas utama: Ekstrem Jantan, Performa Betina PE, dan Performa Betina Jawa Randu," jelas Handri.

Handri juga mengumumkan hasil nyata dari pembinaan ini, di mana kambing milik Haryanto berhasil keluar sebagai juara di kelas bergengsi Ekstrem Jantan dengan bobot mencapai 103,5 kilogram, disusul oleh Abdul Kholiq (99,5 kg) dan M. Rafik Kusaini (99,1 kg).

Kolaborasi ketiga pihak ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian pangan, khususnya daging kambing, di Kabupaten Tanah Laut dan Kalimantan Selatan pada umumnya.

Penulis: Syaiful

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال