In Memoriam Prof Dr Hj Fatimah MHum; Anak Guru SD yang Sukses Raih Gelar Guru Besar

Almarhumah Prof Dr Hj Fatimah MHum didampingi suaminya Prof Dr H Sarbaini, para sahabat dan koleganya saat pengukuhan guru besarnya. 
(Foto: istimewa)


BORNEOTREND.COM - Baru setahun lalu dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM), tepatnya tanggal 16 Maret 2023, kini kabar duka tersiar atas meninggalnya Prof Dr Hj Fatimah MHum (Minggu, 5 Mei 2024, pukul 23.45 di RS Islam Banjarmasin). 

Almarhumah tercatat sebagai guru besar ke-73 di ULM, sebelumnya suaminya di almamater yang sama juga dikukuhkan sebagai Guru Besar, Prof Dr H Sarbaini M.Pd. Pada saat dikukuhkan sebagai guru besar almarhumah menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul "Dinamika Penilaian PPKn dalam Lini Masa Kurikulum Pendidikan di Indonesia". 

Kegigihannya dalam menuntut ilmu sejak sekolah di tingkat SLTP, SPG Rantau hingga di perguruan tinggi selalu membuahkan prestasi membanggakan. Di tahun 1985 beliau ditetapkan sebagai dosen program studi PMP-KN. Menempuh pendidikan S-2 di Universitas Indonesia lulus tahun 2001. 

Tahun 2016 Hj Fatimah menyelesaikan pendidikan S-3 nya di Universitas Negeri Jakarta, dengan disertasi berjudul "Evaluasi Program Pengintegrasian Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PKn pada MGMP SMPN di Kabupaten Tapin". 

Wanita kelahiran Rantau (Tapin) 21 September 1959 ini dikaruniai dua orang putera, satu orang cucu. Tanggal lahirnya pun persis sama dengan hari lahir (dies natalis) tempat ia mengabdi, Universitas Lambung Mangkurat (ULM). 

Dunia pendidikan yang ditekuninya memang tidak asing lagi. Ayahnya (H Maseri) adalah seorang guru sekolah dasar (SD), yang banyak berpindah-pindah tempat mengajarnya di Kabupaten Tapin, disamping gaji seorang guru sangat minim saat itu sarana infrastrukturnya juga sangat terbatas. Namun, teladan yang diberikan ayahnya menjadi penyemangat bagi Hj Fatimah menjadi orang yang sukses di bidang pendidikan. 

"Saya lulusan SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Rantau tahun 1979. Ayah saya juga seorang guru SD. Saat itu Kalsel masih kekurangan guru, bila mendaftar bisa langsung diterima. Tapi karena ada salah seorang guru yang memberikan motivasi kepada saya agar terus melanjutkan ke perguruan tinggi, akhirnya bisa kesampaian seperti sekarang ini," ujar Hj Fatimah yang saat pengukuhan guru besarnya dihadiri orangtuanya bersama keluarga. 

Selamat jalan Prof Dr Hj Fatimah MHum. Insya Allah segala dedikasi dan pengabdiannya menjadi amal jariyah yang tak putus-putus, berguna bagi dunia pendidikan di Banua. 

Penulis: Khairiadi Asa (dari berbagai sumber)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال