![]() |
| WAWANCARA: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Imam Subarkah - Foto Dok |
BORNEOTREND.COM- Untuk menghadapi tingginya penukaran uang di momen Ramadan kali ini, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalsel berkomitmen menyediakan tempat penukaran uang hingga mencapai 198 titik di seluruh Provinsi Kalsel.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Imam Subarkah, tempat penukaran uang yang disediakan pihaknya sendiri mencakup 28 Bank Umum dan 15 BPR yang dimulai sejak tanggal 4 - 28 April 2022.
“Untuk Penukaran uang di Mobil Kas Keliling kita lakukan di Lapangan Kamboja Banjarmasin pada tanggal 5, 11, 12, 18, 19, 25 dan 26 April 2022. Layanan ini kembali dibuka setelah ditiadakan selama 2 tahun akibat Pandemi Covid-19,” ungkapnya disela kegiatan Buka Bersama Insan Pers, Senin (12/4/2022) lalu di Hotel Rattan In Banjarmasin.
Untuk bisa melakukan penukaran uang di Mobil Kas Keliling, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) sebelum hadir ke lokasi kas keliling.
Ada pun mekanisme pendaftaran penukaran melalui aplikasi PINTAR yaitu;
- Sebelum melakukan penukaran di Mobil Kas Keliling, masyarakat wajib mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR dengan tautan sebagai berikut https://pintar.bi.go.id.
- Pemesanan menggunakan NIK-KTP dan dapat dilakukan mulai H-7 sampai maksimal pukul 23.00 WITA pada 1 hari sebelum tanggal pelaksanaan penukaran kas keliling.
- Mekanisme pemesanan diatur sebagi berikut :
- Akses https://pintar.bi.go.id kemudian pilih menu layanan kas keliling.
- Pilih Provinsi Kalsel, kemudian menentukan lokasi dan waktu penukaran.
- Pada menu data pemesan, isi dengan data diri.
- Pada menu pecahan uang, isi jumlah lembar uang yang akan ditukarkan.
- Selesai, pemesan akan memperoleh bukti pemesanan dan wajib ditunjukkan saat melakukan penukaran.
“Untuk tahun 2022 ini kita menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,5 Triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H. Kalau dibanding tahun lalu meningkat sebesar 15% dibandingkan tahun 2021,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini dirinya juga mengajak agar masyarakat Banua bisa Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah yaitu dengan mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah, merawat Rupiah serta menjaga Rupiah. Lalu Bangga Rupiah yaitu menjadikan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah dan pemersatu Bangsa. Sedangkan Paham Rupiah yaitu menggunakannya sebagai alat bertransaksi, berbelanja dan berhemat.
“Pesan saya kepada masyarakat agar memperlakukan Rupiah dengan 5 Jangan, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, distapler, Jangan diremas dan Jangan dibasahi. Kemudian yang tidak kalah penting kenalilah ciri-ciri keaslian uang Rupiah dengan 3D, yaitu Dilihat, Diraba dan Diterawang,” tukasnya.
Penulis: Arief Rahman

