“Saya berharap semoga kegiatan pertemuan seperti ini bisa lebih banyak lagi dilakukan dan bisa mengundang pengurus PKK desa sampai organisasi kewanitaan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Hifni yang hadir untuk mengisi tausiyah dalam pertemuan bulanan tiga organisasi wanita di Kabupaten Balangan, mengutip salah satu hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang wanita.
"Aku melihat ke dalam surga, maka kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka, maka kebanyakan penduduknya adalah wanita,” kata Ustadz Hifni mengutip hadist Rasulullah SAW tersebut.
Ustadz Hifni menjelaskan, Allah SWT selalu menjaga perempuan. Di dalam Islam diaturkan cara berpakaian perempuan yang memuliakan dirinya sendiri. Seorang perempuan yang telah menjadi istri, memiliki hak dan kewajiban terhadap suaminya.
Bahkan, katanya, ridho suami terhadap istri dihitung setelah ridho Allah dan Rasul-Nya.
“Itu artinya, Allah akan meridhoi istri jika suaminya sudah meridhoinya terlebih dahulu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Hifni memaparkan tentang keutamaan istri melayani suaminya. Seperti menyiapkan makan untuk suami jadi pahala serta senyum kepada suami sepulang kerja juga menjadi pahala.
“Sebegitu mudahnya seorang perempuan mencari pahala, asal dia bisa taat terhadap suami dan bisa menjaga diri sendiri. Dalam artian menjaga pandangan terhadap yang bukan mahramnya,” ucapnya.
Ustadz juga mengatakan, istri yang keluar rumah dengan seizing suaminya juga bisa menjadi pahala dan disitu letak keridhoan suaminya.
“Jikalau suami mengizinkanmu wahai kaum perempuan untuk keluar dari rumah. Tapi celaka bagimu ketika keluar rumah tanpa izin suamimu,” pesannya.
Terakhir, Ustadz Hifni berpesan kepada kaum wanita yang sudah memiliki pasangan untuk taat kepada suaminya dan mencari ridho suaminya.
“Yang belum berpasangan pantaskahlah dirimu menjadi pasangan yang baik untuk pasanganmu kelak,” pungkasnya.
Penulis: Sri Mulyani

