Sedihnya Artis Zaskia Adya Mecca Saat Ungkap Relawan Patungan Untuk Padamkan Kalhutra di Kalsel

 

ARTIS: Zaskia Adya Mecca. Foto Dok: Nett


BORNEOTREND.COM, KALSEL- Musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Kalhutra) di Kalimantan mendapatkan perhatian dari banyak pihak, termasuk dari kalangan publik figure.

Terbaru artis Indonesia Zaskia Adya Mecca melalui video di Instagram pribadinya @zaskiadyamecca membagikan pengalamannya saat turun langsung melihat bagaimana kondisi relawan dan kalhutra di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam videonya isteri produser flim Indonesia Hanung Bramantyo itu menceritakan bagaimana relawan kalhutra mandiri berjibaku untuk memadamkan api dengan menggunakan dana patungan dari kantong pribadi mereka masing-masing.

"Dan tau nggak buat beli bensin relawan mandiri ini untuk memadamkan api, agar bisa menghidupi mesin pompa air mereka harus patungan mulai dari Rp10 ribu, Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Bahkan mirisnya mereka tidak memiliki APD lengkap," ujarnya.


Hal ini tentunya mereka lakukan untuk menjaga kalhutra tidak meluas sampai ke pemukiman warga.

"Mereka ini patungan dan mereka sebenarnya juga tidak dalam kondisi keuangan yang berlebih," tambahnya lagi.

Dirinya mengaku ini masih satu titik yang dikunjunginya yang letaknya dekat dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin.

"Satu titik ini saja berat banget mereka berbulan-bulan memadamkan api. Apalagi dititik selanjutnya yang lebih berat dan rencana kita akan kunjungi, yaitu Kota Palangka Raya," tukasnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel mencatat sebanyak 4.926 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalsel selama periode 1 Januari hingga 14 Oktober 2026. Berdasarkan data tersebut, total luas lahan terdampak mencapai 27.202,97 hektare.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel Ronny Eka Saputra, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pemantauan dan rekapitulasi kejadian karhutla di kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan hingga 14 Oktober 2026.

Selain kejadian karhutla dan luas lahan terdampak, pemantauan juga mencatat sebanyak 44.741 titik hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Data titik panas tersebut bersumber dari SIPONGI Kementerian Kehutanan dengan dukungan citra satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.

Berdasarkan sebaran kejadian, Kabupaten Banjar mencatat jumlah tertinggi dengan 1.116 kejadian dan luas lahan terdampak 7.054,12 hektare. Selanjutnya, Kota Banjarbaru mencatat 919 kejadian dengan luas lahan terdampak 3.343,03 hektare, sedangkan Kabupaten Tanah Laut mencatat 731 kejadian dengan luas lahan terdampak 3.551,98 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencatat 556 kejadian dengan luas lahan terdampak 4.209,05 hektare. Kabupaten Barito Kuala mencatat 467 kejadian dengan luas lahan terdampak 3.276,82 hektare, sedangkan Kabupaten Tapin mencatat 356 kejadian dengan luas lahan terdampak 2.700,78 hektare.

Adapun wilayah lainnya meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dengan 232 kejadian dan luas terdampak 725,85 hektare, Kabupaten Balangan sebanyak 144 kejadian dengan luas 582,86 hektare, Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 146 kejadian dengan luas 1.088,92 hektare, serta Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 92 kejadian dengan luas 297,49 hektare.

Di wilayah pesisir dan utara, Kabupaten Kotabaru mencatat 66 kejadian dengan luas lahan terdampak 192,31 hektare, Kabupaten Tabalong sebanyak 32 kejadian dengan luas 155,43 hektare, serta Kota Banjarmasin sebanyak 69 kejadian dengan luas 24,36 hektare.(ar/rls)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال