Yamin Bongkar Jamban Apung di Hari Jadi ke-500, Banjarmasin Mulai Putus Tradisi MCK di Sungai

 

SIMBOLIS: Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR saat meresmikan toilet umum, kamis (24/9/2026) di Jalan Pekapuran Laut B, RT 02, Kelurahan Sungai Baru - Foto Dok Istimewa 


BORNEOTREND.COM, KALSEL- Ada pesan kuat di balik perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR yang turun langsung membongkar jamban apung yang masih berada di bantaran sungai.

Aksi tersebut dilakukan Yamin usai meresmikan toilet umum, kamis (24/9/2026) di Jalan Pekapuran Laut B, RT 02, Kelurahan Sungai Baru.

Toilet umum itu disiapkan sebagai alternatif fasilitas sanitasi layak bagi warga sekaligus bagian dari upaya menghentikan kebiasaan buang air kecil dan buang air besar langsung ke sungai.

Fasilitas sanitasi publik tersebut dibangun Pemkot Banjarmasin bersama PAM Bandarmasih melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bagi Yamin, persoalan sanitasi menjadi bagian penting dalam menjaga sungai yang selama ini menjadi identitas Banjarmasin. Normalisasi sungai tidak akan cukup jika perilaku buang hajat ke sungai masih berlangsung.

“Setelah sebelumnya kolaborasi dengan BWS untuk menormalisasi sungai, kami melihat kondisi pengelolaan sanitasi di sini agak kurang, sehingga kami bersama dengan PAM Bandarmasih memanfaatkan lahan milik Pemkot yang ada di sekitar untuk kemudian dibangun toilet,” papar Yamin.


Menurutnya, keberadaan jamban di badan sungai bukan hanya persoalan penataan kawasan. Praktik tersebut juga berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak terhadap kualitas sanitasi masyarakat.

“Kita tentu tidak ingin lagi ada jamban yang berada di badan sungai apalagi sampai ke tengah sungai. Ada beberapa wilayah, seperti Kelayan misalnya itu perlu jadi perhatian,” tambahnya.

Karena itu, pembongkaran jamban tidak berhenti di Sungai Baru. Yamin meminta camat dan lurah, terutama yang wilayahnya berada di sepanjang jalur sungai, aktif melakukan pemantauan dan memastikan tidak kembali muncul jamban liar.

Namun, Yamin menilai pendekatan penertiban saja tidak cukup. Pemerintah juga harus menghadirkan pilihan fasilitas sanitasi yang layak dan mudah diakses masyarakat.

“Makanya perlu pendekatan persuasif juga oleh pihak kecamatan dan kelurahan di kawasan lain agar dapat mensosialisasikan ke masyarakat untuk beralih dari praktik MCK tradisional ke toilet pribadi atau umum yang sesuai standar sanitasi,” timpalnya lagi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Banjarmasin memperbaiki pengelolaan sanitasi dan air limbah secara lebih optimal, aman dan merata.

Momentum Hari Jadi ke-500 pun tidak hanya dimaknai sebagai peringatan usia kota, tetapi juga sebagai pengingat bahwa masa depan Banjarmasin sangat bergantung pada bagaimana sungai dan lingkungan dijaga hari ini.

“Tentu ini bentuk ikhtiar kita untuk mengurangi pencemaran lingkungan,” akhirnya.

Sumber: Rilis Diskominfo Banjarmasin

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال