![]() |
RAPAT: Para pedagang kawasan Pujasera Taman Sanggam Paringin mengeluhkan rencana penggusuran lapak dagangan mereka pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Ruang Paripurna DPRD Balangan – Foto Ist |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Rencana penertiban dan penggusuran lapak di kawasan Pujasera Taman Sanggam Paringin membuat puluhan pedagang merasa resah. Mereka berharap ada solusi dari pemerintah daerah terkait rencana tersebut.
Para pedagang mengaku sudah bertahun-tahun menggantungkan hidup di kawasan Taman Sanggam. Mereka kaget saat mendapat informasi bahwa area tersebut akan ditata ulang dan seluruh lapak pedagang Pujasera akan digusur demi penataan taman dan pembangunan fasilitas umum lainnya.
"Kami bukannya menolak penataan Taman Sanggam, kami mendukung Balangan lebih indah. Tapi tolong kami juga dipikirkan. Kalau digusur begitu saja, mau kemana kami mencari nafkah? Anak istri kami makan dari sini," ujar salah satu pedagang Pujasera Taman Sanggam, Senin (21/9/2026).
Menurut para pedagang, Pujasera Taman Sanggam selama ini menjadi salah satu daya tarik utama taman tersebut. Banyak warga yang datang ke Taman Sanggam untuk bersantai sambil menikmati kuliner UMKM lokal. Jika pedagang digusur, taman justru akan sepi.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Balangan, M. Ifdali yang turun langsung menjelaskan kepada para pedagang usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Ruang Paripurna DPRD Balangan, Senin (21/9/2026), mengatakan pihaknya akan memperjuangkan nasib pedagang Pujasera.
"Kami sudah dengar langsung keluh kesah pedagang Pujasera Taman Sanggam di RDPU tadi. Mereka bukan menolak pembangunan, mereka hanya minta solusi. Jangan main gusur saja tanpa relokasi yang jelas," tegas Ifdali.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR untuk duduk bersama mencari win-win solution.
"Kita bisa buat konsep penataan yang modern, Taman Sanggam tetap indah, tapi UMKM Pujasera tetap hidup. Misalnya dibuatkan anjungan kuliner yang tertata rapi, bersih, dan tidak kumuh. Itu lebih baik daripada menggusur dan mematikan ekonomi rakyat," tambahnya.
Ifdali juga berjanji akan membawa hasil aspirasi ini ke pimpinan DPRD dan Bupati Balangan agar sebelum eksekusi penggusuran, ada kepastian lahan relokasi yang strategis, layak, dan tidak mematikan usaha pedagang.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang Pujasera Taman Sanggam masih berharap ada kebijakan yang adil dan berpihak pada UMKM.
Mereka menegaskan, penataan boleh, tapi jangan matikan penghidupan.
Penulis: Sri Mulyani
