![]() |
Anggota Komisi X DPR, Eva Stevany Rataba – Foto Ist |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR, Eva Stevany Rataba mengaku kaget karena namanya 'nangkring' di daftar penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) gara-gara masuk desil 4.
Eva mengaku tahu namanya masuk daftar penerima bansos PKH di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan informasi dari masyarakat. Jelas kaget, bercampur miris karena perbaikan data desil hasilnya jauh dari akurat.
"Setelah tahu nama tercantum dalam data (penerima bansos PKH), saya pertanyakan datanya. Saya juga minta segera dilakukan pengecekan dan perbaikan," ujar Eva dikutip, Senin (7/9/2026).
Politikus Partai NasDem ini berharap kekisruhan desil ini menjadi perhatian serius dari pemerintah. Dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS) selaku pelaksana.
"Kalau nama saya yang jelas tidak pernah daftar dan tidak pernah menerima PKH bisa tercantum dalam data, ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai ada masyarakat yang kurang mampu justru terlewat," pungkasnya.
Berharta Rp16 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekayaan Eva Stevany Rataba pada 2023 sekitar Rp16,17 miliar. Itu nilai bersih karena dia tak memiliki utang.
Rincian kekayaan Eva berupa harta bergerak lainnya, kepemilikan aset tanah dan bangunan, alat transportasi atau kendaraan, serta simpanan kas dan setara kas.
Untuk harta bergerak lainnya yang mencapai Rp12,24 miliar atau mendominasi 75,7 persen dari total aset. Sementara aset berupa tanah dan bangunan, mencapai Rp2,86 miliar atau 17,7 persen.
Sedangkan aset berupa kendaraan diperkirakan bernilai Rp763 juta atau sekitar 4,7 persen, simpanan kas dan setara kas Rp305 juta atau 1,9 persen.
Wajar jika Eva merasa kaget bercampur marah ketika tahu namanya masuk daftar penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH). Desilnya pun yang seharusnya 10 malah terjun bebas ke 4. Layak pula jika masyarakat kecewa dengan pengumpulan data yang dilakukan BPS, memberikan hasil yang jeblok. Karena datanya ngawur.
2 Kali Pemilu Lolos Terus
Gara-gara desilnya terjun bebas, nama Eva Stevany Rataba masuk daftar penerima bansos PKH. Ini jelas tidak pantas. Politikus yang berharta Rp16 miliar itu harusnya masuk 10 bukan 4.
Lantaran desil pula, namanya tenar di kalangan politikus Senayan. Eva yang kelahiran Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 3 September 1982, mengabdi di DPR sejak Pemilu 2019.
Peruntungan politik istri dari mantan Wakil Bupati Toraja Utara periode 2016–2021, Yosia Rinto Kadang ini, cukup berkilau. Pemilu 2019, dia melenggang ke Senayan sendirian dari Dapil Sulsel III. Kala itu, Eva meraih 44.240 suara.
Lima tahun kemudian, jumlah pendukung Eva di Dapil Sulsel III yang terdiri dari Kabupaten Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Tana Toraja, dan Toraja Utara, melesat.
Dia berhasil mengantongi 73.910 suara. Naik signifikan sekitar 29.670 suara ketimbang Pemilu 2019.
Sumber: inilah.com
