![]() |
| DILANTIK: Pengurus HMI Cabang Barabai periode 2026–2027 resmi dilantik, sabtu (12/9/2026) di Balai Rakyat Kabupaten HST - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL- Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Barabai periode 2026–2027 resmi dilantik, sabtu (12/9/2026) di Balai Rakyat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Pelantikan tersebut mengusung tema “Aktualisasi HMI: Meneguhkan Khittah di Era Post-Truth”. Tema ini menjadi refleksi atas tantangan kader HMI di tengah derasnya arus informasi, perkembangan teknologi digital, serta berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PB HMI, Ketua Badko HMI Kalimantan Selatan (Kalsel), MD KAHMI HST, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HST, organisasi kepemudaan (OKP), para alumni HMI, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua Umum HMI Cabang Barabai periode 2026–2027 Amril Saifan, mengatakan pelantikan merupakan langkah awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.
“Momentum pelantikan ini merupakan langkah awal bagi kami pengurus HMI Cabang Barabai periode 2026–2027 dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ujarnya.
Menurut dia, tema yang diangkat berkaitan erat dengan kondisi masyarakat di era digital. Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh dan menyebarkan informasi.
Namun kemudahan tersebut juga diikuti dengan maraknya informasi hoaks yang dikemas melalui narasi yang meyakinkan dan memainkan sisi emosional pembaca.
“Post-truth secara bahasa artinya pasca-kebenaran. Namun kita memahami ini berkaitan dengan publik sekarang yang banyak terbawa konsumsi informasi hanya berdasarkan emosional belaka, tanpa mengetahui kebenaran dan tanpa mengecek validasinya,” jelasnya.
Karena itu, dirinya menilai kader HMI sebagai insan akademis memiliki tanggung jawab untuk mampu memilah informasi serta memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.
“Oleh sebab itu, peran HMI di sini sebagai insan akademis, kita perlu mengambil langkah sekiranya nanti dapat memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya,” katanya.
Ia menambahkan, kemampuan tersebut harus dibekali dengan penguatan literasi. Budaya membaca dan kemampuan berpikir kritis dinilai menjadi modal penting bagi kader HMI dalam menghadapi derasnya arus informasi.
Sementara itu, Ketua Umum Badko HMI Kalsel Abdi Aswadi, menegaskan posisi HMI sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah daerah.
Menurutnya, kader HMI perlu mengambil peran dalam mengawal arah pembangunan daerah, termasuk melalui keterlibatan dalam pembahasan dan pengawalan RPJMD.
“HMI harus mampu menjadi mitra strategis dan mitra kritis pemerintah. Kita tidak hanya hadir untuk mengkritisi, tetapi juga memberikan gagasan dan solusi yang konstruktif dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menilai, kader HMI memiliki tanggung jawab intelektual untuk membaca persoalan yang berkembang di tengah masyarakat serta memastikan kebijakan pembangunan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Selanjutnya, Sekretaris Jenderal PB HMI Muh. Jusrianto, menyoroti pentingnya penguatan literasi dan critical thinking di tengah perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, informasi yang muncul di media sosial tidak semuanya dapat diterima begitu saja sebagai sebuah kebenaran.
Bahkan, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence semakin memungkinkan informasi lama maupun informasi yang tidak benar dikemas sedemikian rupa sehingga tampak meyakinkan.
“Untuk mengetahui itu adalah sebuah kebenaran, kita memiliki critical thinking. Kita menggunakan metodologi dalam dunia akademisi bahwa untuk mengetahui sesuatu yang benar, ada metode yang harus digunakan,” ujarnya.
Dirinya juga menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya Sumatera dan Kalimantan.
Ia mendorong kader HMI di Kalsel, termasuk HMI Cabang Barabai, untuk ikut melihat persoalan tersebut secara kritis dan mendalami akar masalahnya. Menurutnya, persoalan lingkungan menjadi salah satu tantangan kontemporer yang perlu mendapat perhatian generasi muda.
Ia juga mendorong kader HMI untuk mengawal berbagai persoalan tersebut dengan melakukan verifikasi dan validasi terhadap informasi yang beredar.
Selain persoalan lingkungan, dirinya menyoroti pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) HST mengalami peningkatan dari 71,69 pada 2024 menjadi 72,91 pada 2025.
“Apakah kader-kader HMI, apakah para alumni berkontribusi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia yang ada di Hulu Sungai Tengah?” katanya.
Menurutnya, pertanyaan tersebut menjadi refleksi sekaligus tugas besar bagi kalangan intelektual untuk melihat bentuk kontribusi yang dapat diberikan kepada daerah, baik melalui sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap HMI Cabang Barabai periode 2026–2027 tidak hanya menjalankan rutinitas organisasi, tetapi juga menghadirkan inovasi dalam perkaderan dan kegiatan eksternal.
“Bukan hanya berkompetisi dengan Cabang Banjarmasin misalnya, tetapi cabang-cabang yang ada di Indonesia. Barabai mampu menjadi role model dalam konteks perkaderan dan bagaimana me-relasi secara eksternal ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H. Gusti Rosyadi Elmi, yang mewakili Bupati HST, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus HMI dan KOHATI HMI Cabang Barabai periode 2026–2027.
Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian atau pengukuhan kepengurusan, tetapi merupakan momentum untuk menerima amanah, tanggung jawab, dan kepercayaan dalam melanjutkan perjuangan organisasi.
“Jadikanlah amanah ini sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi terbaik, bukan hanya bagi kemajuan HMI saja, tetapi juga bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan umat,” katanya.
Menurut dia, sejak awal kelahirannya HMI telah menempatkan diri sebagai organisasi yang memiliki tanggung jawab keumatan dan kebangsaan.
Karena itu, kader HMI dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan intelektual, tetapi juga integritas, kepekaan sosial, kedalaman spiritual, serta keberanian menyuarakan kebenaran.
Ia menilai tema pelantikan sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, kader HMI diharapkan tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“Jadilah generasi yang mampu berpikir kritis, melakukan tabayun, memeriksa kebenaran informasi, dan menyampaikan pendapat berdasarkan ilmu serta argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dirinya juga berpesan kepada para kader untuk membangun karakter disiplin sejak usia muda. Menurutnya, kedisiplinan merupakan salah satu kunci keberhasilan, baik bagi individu maupun organisasi.
“Ketika dia bisa mendidik dirinya dengan keras, maka dunia akan memperlakukan lembut pada dirinya,” ungkapnya.
Khusus kepada KOHATI HMI Cabang Barabai, ia berharap organisasi tersebut dapat terus mengambil peran strategis dalam meningkatkan kapasitas perempuan muda, khususnya dalam bidang pendidikan, kepemimpinan, sosial kemasyarakatan, dan pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten HST, lanjutnya, terbuka untuk membangun sinergi dengan organisasi kemahasiswaan, termasuk HMI dan KOHATI.
Kritik, gagasan, serta masukan dari generasi muda dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan dan pembangunan yang semakin baik.
“Generasi muda perlu berpikir kritis dan mengkritisi pemerintahan. Itu sangat penting,” katanya.
Ia menilai pemerintah juga membutuhkan pandangan dari generasi muda untuk melihat berbagai persoalan yang mungkin tidak terlihat dari sisi pemerintah.
Karena itu, HMI diharapkan mampu menjadi mitra yang kritis, kreatif, dan konstruktif dalam mengawal pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan pelantikan pengurus KOHATI HMI Cabang Barabai periode 2026–2027.
Momentum ini menjadi bagian dari regenerasi organisasi sekaligus langkah awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat perkaderan dan memperluas kontribusi bagi masyarakat serta daerah.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, HMI Cabang Barabai periode 2026–2027 diharapkan mampu menerjemahkan tema “Aktualisasi HMI: Meneguhkan Khittah di Era Post-Truth” ke dalam gerakan nyata, memperkuat tradisi intelektual, meningkatkan kualitas perkaderan, serta hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat di Kabupaten HST.
Penulis: Muhammad Athahilah
