![]() |
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menemui para peserta magang yang telah bekerja di perusahaan – Foto Kemnaker |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA – Program magang nasional batch 3 angkatan II akan dibuka lagi pada November mendatang. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan total kuota peserta magang nasional pada angkatan II ini dibulatkan menjadi 150 ribu orang. Pada batch 2 angkatan II ini, tercatat sekitar 40.962 orang dinyatakan lolos jadi peserta magang. Lalu, pada batch I sebanyak 46.160 orang diterima menjadi peserta magang. Hal ini berarti, pada batch 3 akan membuka kuota sekitar 62.000 orang.
"Jadi 41 ribu ditambah batch pertama 46 ribu, nanti di batch ketiga insya Allah kita akan bulatkan menjadi 150 ribu," ujar Yassierli, Rabu (23/9/2026).
Yassierli menyebut masih mengambil waktu jeda untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program magang nasional yang sedang berjalan. Namun, ia menargetkan pendaftaran serta kick-off untuk batckh ketiga dijadwalkan akan mulai dibuka kembali pada sekitar satu setengah bulan ke depan atau awal November mendatang.
"Nanti mungkin dalam satu setengah bulan ke depan, sekitar awal November kita akan insyaallah kick off lagi untuk batch yang ketiga," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah membeberkan pembaruan skema untuk pelaksanaan batch ketiga mendatang. Berbeda dari sebelumnya, pada batch ketiga penempatan peserta magang hanya untuk perusahaan saja, tanpa kementerian/lembaga.
"Dan untuk batch 3 itu semuanya pure perusahaan. Jadi enggak ada kementerian/lembaga nanti ya untuk batch 3," ujar Darmawansyah.'
Pihaknya merinci lini masa persiapan batch ketiga akan mulai berjalan pada September dengan membuka pendaftaran bagi perusahaan penyelenggara. Selanjutnya, pendaftaran serta seleksi bagi peserta akan dilanjutkan pada Oktober, sebelum akhirnya program resmi dimulai pada November.
"November kita akan kick-off lagi, tapi kita mulai pendaftarannya mulai dari bulan September ini, kita mulai daftar untuk penyelenggara. Kemudian Oktober nanti daftar untuk peserta, seleksi, kick-off lagi di November," jelas ia.
Meski begitu, uang saku bagi peserta magang tetap sepenuhnya ditanggung pemerintah. "Enggak, enggak. Uang saku murni dari pemerintah," bebernya.
30.000 Peserta Angkatan Pertama Sudah Bekerja
Darmawansyah membeberkan dari total sekitar 100 ribu alumni magang angkatan pertama, ada 60.000 orang tercatat menjalani magang nasional di perusahaan. Hampir 50% dari alumni magang di industri atau 30.000 orang telah terserap dan bekerja di perusahaan.
"Sekitar 60.000 itu kan bekerja di magang di industri. Dari 60.000 itu berarti kan mendekati 50%-nya sekitar 30.000 sudah bekerja yang di perusahaan, tetapi yang di kementerian juga, itu ada juga yang mereka bekerja ke perusahaan. Nah, ini yang sedang kita tracer lagi ya, kita tracer. Ini baru yang angkatan pertama 2025 gitu," tutur Darmawansyah.
Pihaknya menggunakan dua metode utama dalam melacak data penyerapan kerja dalam program magang nasional, yakni melalui pengiriman kuesioner survei kepada para alumni serta mencocokkan data kepesertaan pada BPJS Ketenagakerjaan. Melalui pengecekan kepesertaan BPJS tersebut, terlihat adanya peningkatan yang signifikan terhadap jumlah peserta yang kini sudah resmi bekerja.
"Kementerian/lembaga sebenarnya ada. Nah, itu kan kita harus kulik lagi ya, harus lihat lagi di dalam seperti apa. Contoh misalnya yang magang di kami saja, itu begitu yang angkatan satu kemarin itu ada yang kerjanya di luar. Misalnya dapat di bank dan sebagainya. Mereka sambil magang itu sambil cari juga lowongan-lowongan pekerjaan," pungkasnya.
Sumber: detik.com
