![]() |
| SOSOK: Bupati Andi Rudi Latif (kanan), saat menerima piagam penghargaan - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Lontara Pagatan resmi ditetapkan sebagai salah satu warisan dokumenter dalam program Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026. Penetapan tersebut menjadi pengakuan nasional terhadap naskah yang merekam perjalanan masyarakat Bugis dan sejarah Kerajaan Pagatan di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Lontara Pagatan masuk dalam 11 warisan dokumenter yang ditetapkan sebagai IKON 2026 pada Kamis (24/9/2026).
Pengusulan dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sebelum ditetapkan, naskah tersebut melewati proses verifikasi dan penilaian.
Catatan dalam Lontara Pagatan memberikan gambaran mengenai perjalanan masyarakat Bugis yang kemudian berkembang dan menjadi bagian dari sejarah Pagatan. Naskah tersebut juga menjadi salah satu sumber dokumenter untuk melihat kehidupan masyarakat pada masa lalu berdasarkan catatan yang diwariskan.
Penetapan sebagai IKON 2026 membuka ruang lebih luas bagi Lontara Pagatan untuk dikenalkan, dikaji, dan dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan mengenai sejarah serta kebudayaan Tanah Bumbu.
Selain penetapan IKON, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga menerima Penghargaan Pengelolaan Naskah Kuno Terbaik Tahun 2026 kategori dinas perpustakaan kabupaten/kota.
Tanah Bumbu menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota yang menerima penghargaan tersebut pada tahun ini.
Dua capaian tersebut berlangsung dalam rangkaian yang sama dan menunjukkan keterlibatan Pemkab Tanah Bumbu dalam pengusulan sekaligus pengelolaan warisan naskah kuno daerah.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mengatakan pengakuan terhadap Lontara Pagatan tidak terlepas dari tradisi literasi yang telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat Tanah Bumbu sejak masa lalu.
“Tradisi baca, tulis, dan mencatat telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita. Salah satunya Lontara Pagatan, yang telah merekam sejarah masyarakat Bugis dan berbagai peristiwa Kerajaan Pagatan. Hari ini, Lontara tersebut mendapat pengakuan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 dari Perpustakaan Nasional RI,” kata Andi Rudi Latif.
Penulis: Jack
