![]() |
Pelatih kepala Persipura Jayapura Andri Ramawi mengarahkan anak asuhnya saat melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin – Foto Ileague.id |
BORNEOTREND.COM, JAYAPURA - Setelah mengalami kekalahan 3-2 saat bertandang ke markas Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, ada tiga hal yang wajib menjadi perhatian pelatih Persipura Jayapura untuk dibenahi jika ingin tim berjuluk Mutiara Hitam ini meraih hasil maksimal pada laga berikutnya.
1. Lemahnya Bek Kanan
Kontra Barito Putera kemarin, posisi bek kanan diisi oleh Ramandei yang menjalani laga debutan. Walaupun turut mencetak gol melalui kemelut yang terjadi di depan gawang lawan, posisi bek kanan menjadi titik lemah Persipura.
Dua gol Barito Putera yang di cetak oleh Korneles Howay bukti nyata lemahnya lini pertahanan Persipura terlebih pada sisi kanan yang tak mampu menjaga gempuran serangan dari tim lawan bahkan mudah dilewati.
Pada posisi ini pelatih kepala Andri Ramawi wajib mengevaluasi agar ke depannya tak diulangi kesalahan yang sama.
2. Lini Depan yang tumpul
Laga melawan Barito Putera kemarin sangat jelas lini serang Persipura sangat tumpul artinya tak berbuat apa-apa dan selalu bermasalah dalam penyelesaian akhir.
Lini serang pada babak pertama diisi oleh Ramai Rumakiek dan Kelly Sroyer yang menopang Alexsandro Ferreira selalu ujung tombak dan didukung oleh David Muller sebagai playmaker. Namun seperti tidak ada kemistri sehingga setiap bola dari belakang dan sampai ke lini serang tidak membahayakan gawang lawan.
Perubahan bahkan terjadi di babak kedua setelah terjadi beberapa pergantian pemain. Dengan masuknya Reno Salampessy, Gunansar Mandowen dan juga Bima Ragil sedikit memberikan warna pada permainan tim sehingga berhasil mencetak dua gol.
3. Permainan belum kompak
Persipura bermain di Stadion 17 Mei kemarin sangat nampak permainan belum kompak sama sekali. Lini belakang yang mudah dilewati dan selalu salah memberikan bola, lini tengah yang tidak konsisten menjaga keseimbangan tim dan mengatur ritme permainan bahkan terlambat menutup ruang saat diserang dan selalu salah dalam mengumpan bolah dan ditambah lagi lini serang yang belum menyatu dan bekerja sama dengan baik membuat sangat nampak permainan tim Persipura belum kompak.
Padahal sebelum memulai kompetisi Championship Liga 2 ini Persipura sudah melakuka beberapa persiapan matang seperti melakoni beberapa laga persahabatan bahkan sampai TC di Boyolali namun sepertinya itu tidak cukup untuk membangun skema permainan tim, padahal tim berjuluk Mutiara Hitam (julukannya Persipura) tidak merombak skuad, 75 persen pemain masih merupakan pemain lama.
Usai melawan Barito Putera kemarin, Ramai Rumakiek dan kolega bakal melakoni laga berat yakni melawat Tornado FC pada 18 September mendatang.
Jika pelatih kepala Andri Ramawi tidak melakukan evaluasi dan perubahan maka tentu bakal berat melawan Tornado FC yang di mana musim lalu dalam tiga pertemuan tidak pernah menang bakal berat untuk mendapatkan poin penuh.
Tornado FC di laga perdana mampu mencuri poin penuh dari kandang Dejan Fc. Artinya Persipura wajib antisipasi. Jika bek kanan masih lemah, lini depan yang masih tumpul dan permainan tim yang tidak kompak maka kemungkinan besar Persipura bakal kehilangan poin lagi.
Kalah 3-2 saat Bertandang ke Stadion 17 Mei
Seperti diketahui, Persipura harus mengakui ketangguhan tim tuan rumah Barito Putera pada laga perdana Championship Liga 2 2026/27.
Laga yang berlangsung di Stadion 17 Mei Banjarmasin berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Barito Putera.
Gol Barito Putera di cetak oleh Bayu Pradana (19') dan dua gol dari pemain debutan Korneles Howay (22';63').
Usai tertinggal 3-0, Persipura mulai meningkatkan pemainnya dan berhasil memperkecil ketinggalan dengan mencetak dua gol yang dicetak oleh Febrianto (76') dan Ramandei pada masa tambahan waktu.
Sumber: kompasiana.com
