Hujan Guyur Kalsel, Hotspot Karhutla Turun dari 487 Jadi 276 Titik

PADAMKAN KARHUTLA: Helikopter melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) – Foto MC Kalsel


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Jumlah hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami penurunan seiring hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, melalui Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu dampak positif dari hujan yang terjadi pada 25 hingga 27 September 2026.

“Trennya terjadi penurunan hotspot di wilayah Kalimantan Selatan karena hujan yang terjadi pada tanggal 25, 26 dan 27 September,” ujar Ariansyah di Banjarbaru, Senin (28/9/2026).

Berdasarkan pantauan BMKG, jumlah hotspot pada 26 September tercatat sekitar 276 titik. Angka tersebut menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 487 hotspot, seiring dengan hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalsel.

Dampak hujan juga terlihat dari hasil patroli lapangan. Pada 27 September, sejumlah titik api sempat terpantau di antaranya di Kertak Hanyar, Handil Bakti dan wilayah Kabupaten Banjar. Namun, ketika dilakukan pemeriksaan kembali melalui patroli pada pagi hari setelah hujan, titik api tersebut telah padam.

Selain memadamkan titik api, hujan juga berpengaruh terhadap tingkat kemudahan terbakar lahan. Sejumlah wilayah di bagian utara Kalsel, seperti Tabalong, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Selatan, mengalami penurunan tingkat kemudahan terbakar.

Ariansyah menyebut, beberapa wilayah yang sebelumnya berada pada kategori sangat mudah terbakar kini mulai masuk kategori rendah. Kondisi tersebut ditandai dengan perubahan indikator dari kategori merah menjadi hijau berdasarkan pemantauan tingkat kemudahan terbakar.

Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga terpantau cukup luas. Pada 25 September hujan terjadi di Banjarmasin dan sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, kemudian pada 26 September hujan turun di Banjarbaru dan Martapura serta sejumlah wilayah lainnya.

Selanjutnya pada 27 September, hujan terjadi hampir merata di sejumlah wilayah Kalsel, mulai dari Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Banjarbaru hingga sebagian wilayah Tanah Laut.

Meski kondisi karhutla menunjukkan perkembangan positif setelah hujan, BPBD Kalsel tetap melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berlangsung sejak 22 September dan direncanakan hingga 30 September 2026.

“Operasi modifikasi cuaca tetap akan terus dilakukan selama beberapa hari ke depan karena masih ada potensi awan di wilayah Kalimantan Selatan,” jelas Ariansyah.

Menurutnya, OMC terus diupayakan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan, sehingga dapat menekan fire spot dan hotspot, sekaligus menambah debit sumber air yang dibutuhkan untuk penanganan karhutla maupun memenuhi kebutuhan air baku masyarakat. 

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال