![]() |
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi – Foto Liputan6.com |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA – Nama Gubernur Jawa Barat Dedi
Mulyadi mulai mencuri perhatian dalam bursa Pilpres 2029. Tingginya
elektabilitas dinilai membuat Dedi berpotensi menjadi kuda hitam yang dapat
mengubah peta persaingan, meski hingga kini belum ada kepastian mengenai
kandidat yang akan maju.
Pengamat Isu Politik Sam Darma Putra Ginting atau Sammy
Notaslimboy. mengakui elektabilitas politikus tersebut memang tergolong tinggi.
Elektabilitas Dedi Mulyadi menurutnya tidak otomatis hilang hanya karena ada
kelompok masyarakat yang tidak menyukai gaya maupun sosoknya.
“Elektabilitas Dedi Mulyadi gua yakin emang tinggi kok. Terlepas lo suka atau enggak,” ungkap Sammy Notaslimboy, dikutip Kamis (3/9/2026).
Menurut Sammy, mereka yang sekadar mengatakan masyarakat
seharusnya tidak lagi memilih figur seperti sosok tersebut justru perlu melihat
perkembangan politik yang terjadi.
“Kalau lo cuman ngomong ‘masak nggak kapok sama ginian…’ ya
bakalan jadi dia. Buktinya Solo aja naksir dia,” tutur Sammy.
Sammy bahkan menyebut ketertarikan tersebut disebut terlihat
secara terbuka dalam sebuah forum. Namun, ia menilai informasi itu sengaja atau
setidaknya menjadi pembicaraan yang kemudian bocor ke publik.
“Terang-terangan itu di forum yang (sengaja) bocor,” sambung
Sammy.
Sebelumnya, Wacana Gibran Rakabuming Raka dan Dedi Mulyadi
untuk kontestasi politik mendatang mulai mencuri perhatian. Sinyal tersebut
muncul dalam sebuah pertemuan yang dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo
(Jokowi) dan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.
Farhat Abbas baru-baru ini viral dalam media sosial menyusul
videonya ketika berbicara di hadapan Jokowi. Dalam video tersebut, ia terlihat
mengenakan pakaian berwarna merah dan berbicara menggunakan pelantang suara.
Pada awalnya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada
pihak-pihak yang hadir. Namun, sebagian perkataannya tidak terdengar dengan
jelas. Hingga kemudian ia menyebut dua nama yang langsung memunculkan spekulasi
baru mengenai kemungkinan duet politik.
“Perasaan saya Mas Gibran dan Kang Dedi Mulyadi,” kata
Farhat Abbas.
Sumber: Warta Ekonomi
