Begini Cerita Korban yang Selamat dari Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa

 

Seorang penumpang bernama Agus (41) selamat dari tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8. Foto-Aam/Borneotrend.com



BORNEOTREND.COM, KALSEL - Sebanyak 69 korban selamat dari tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 akhirnya tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin lusai dievakuasi menggunakan Kapal HAIDA, Minggu (13/9/2026) sore.

Pantauan di lokasi, proses evakuasi berlangsung secara bertahap. Para korban yang masih berada di dalam kapal diturunkan satu per satu dengan bantuan tim relawan emergency yang telah bersiaga di dermaga.

Kemudian, para korban dilarikan ke ruang tunggu yang sudah disediakan perlatan medis seperti beberapa tandu, oksigen, dan lainnya.

Kandati begitu, salah satu penumpang sekaligus korban bernama Agus (41) warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menceritakan detik-detik KM Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa.

Pada Minggu (13/9/2026) pukul 01.00 Wita, Agus mengatakan bahwa kapal tersebur sudah dalam ke adaan miring.

"Waktu kejadian itu saya lagi tidur di kamar kelas 3, teman sekamar itu berteriak bahwa kapal miring," ujar Agus kepada Borneotrend.com.


Mendengar hal itu, Agus pun tak pikir panjang melarikan diri ke balkon kapal untuk menyelamatkan diri.

"Saya lari itu tidak mulus, ngantri juga sama penumpang lain ke arah balkon kapal," tambahnya.

Kiurang lebih 5 menit berlari dari kamar ke balkon, Agus menyebutkan kapal yang dirinya tumpangi untuk ke Banjarmasin itu tiba-tiba langsung tenggelam.

"Saya langsung loncat pada saat kapal itu mulai tenggelam. Cepat banget kapalnya tenggelam," bebernya.

Saat berenang di laut, dirinya pun melihat sekoci yang sudah berisi 5 orang, diantaranya 2 kru dan 3 penumpang kapal.

"Waktu saya terjun ke laut itu pikiran saya cuma 1 cari pertolongan kepada orang. Alhamdulillanya melihat sekoci yang sudah ada orangnya," bebernya.

Berjam-jam ditengah laut dengan menggunakan sekoci, kurang lebih jam 10 pagi dirinya bersama 5 orang lainnya diselamatkan tim Basarnas.


"Jika saya waktu itu tidak bangun, tidak tahu nasib saya seperti apa," pungkasnya.

Sebagai mana diketahui, Agus meruapakan seorang penumpang kapal yang bekerja sebagai kariyawan expedisi di Palangka Raya.

Penulis: Aam
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال