Antisipasi Dampak Kabut Asap, PMI dan BPBD Banjarmasin Bagikan 2.000 Masker ke Pengendara Motor

Wakil Walikota Banjarmasin, Hj Ananda bagikan masker di Bundaran Kayu Tangi, Banjarmasin. Foto-Aam/BORNEOTREND.COM



BORNEOTREND.COM, BANJARMASINPalang Merah Indonesia (PMI) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin menggelar pembagian masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (6/9/2026) pagi.

Sebanyak 2.000 masker dibagikan kepada para pengendara yang melintas di kawasan Bundaran Kayu Tangi, Kota Banjarmasin. 

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda, mengatakan langkah antisipatif ini perlu dilakukan pemerintah untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat perubahan kualitas udara.

Meski kondisi kualitas udara di Banjarmasin dapat berubah-ubah, pemerintah tetap melakukan pemantauan secara berkala.

"Jadi sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, pemerintah harus antisipatif terhadap kondisi yang terjadi sekarang ini. Walaupun Pak Wali Kota sedang berada di luar daerah, beliau selalu memantau perkembangan situasi di Kota Banjarmasin," ujar Ananda kepada awak media.

Ia menyebutkan, berdasarkan pemantauan pada Minggu sekitar pukul 06.00 Wita, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 46 dan masih masuk kategori baik. Namun, kondisi tersebut dapat berubah.

"Memang ada dinamika pada indeks polusi udara. Karena itu, pada prinsipnya hari ini BPBD Banjarmasin bekerja sama dengan PMI Kota Banjarmasin membagikan masker kepada masyarakat," jelasnya.

Selain pembagian masker, Ananda juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan ketika kualitas udara menurun.

"Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta tetap melakukan aktivitas secara bijak dengan memperhatikan kondisi udara," bebernya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin mengatakan kondisi kabut asap di Banjarmasin dapat dipantau dari hari ke hari dan sangat dipengaruhi oleh arah angin.

Ia menjelaskan, kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Banjarmasin sejauh ini relatif kecil dan dapat dikendalikan sehingga tidak menjadi sumber utama munculnya kabut asap.

"Kalau kabut asap ini tergantung arah angin. Walaupun ada kejadian kebakaran lahan di tempat kita, sifatnya kecil-kecil dan bisa dikendalikan, sehingga tidak menyebabkan munculnya kabut asap dan tidak menjadi sumber asap," kata Husni.

Menurutnya, fenomena kabut asap yang dirasakan masyarakat Banjarmasin lebih berpotensi berasal dari daerah sekitar atau wilayah tetangga yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin.

Ia juga menyebutkan, kawasan yang berada di bagian perbatasan, seperti Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Selatan, disebut menjadi wilayah yang cukup terdampak oleh kiriman kabut asap.

"Kita tidak bisa menyaring atau menghentikan kiriman asap ini. Yang bisa kita lakukan adalah mengambil tindakan untuk mengurangi risiko yang terjadi pada masyarakat," jelasnya.

Husni menegaskan, langkah tersebut penting untuk mencegah masyarakat mengalami gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karena itu, pembagian masker menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah bersama unsur terkait untuk melindungi masyarakat dari paparan asap.

Sebelumnya, pada Jumat (4/9/2026), pihaknya juga telah membagikan sekitar 2.000 masker kepada masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin serta sejumlah unsur terkait.

"Ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya. Tim kita sudah terbentuk atas arahan Pak Wali Kota, yaitu Tim Siaga Dampak Karhutla dan Kabut Asap di Kota Banjarmasin," ungkapnya.

"Dan alhamdulillah, hari ini anggota tim kita lebih banyak. Ada perwakilan dari kecamatan, Damkar, PMI karena PMI juga masuk anggota tim, BPBD, Dinas Kesehatan, kemudian Kominfo untuk pemberitaan dan peliputan," pungkas Husni.


Penulis: Aam

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال