Tragedi 7 Nyawa di Jalan Banjarbaru-Batulicin, PUPR Kalsel Tambah Fasilitas Pengaman Jalan

DATANGI LOKASI: Petugas Satlantas mendatangi lokasi kecelakaan di ruas Jalan Banjarbaru–Batulicin – Foto MC Kalsel


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan akan menambah berbagai fasilitas keselamatan di ruas Jalan Banjarbaru–Batulicin sebagai langkah antisipasi menyusul kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 7 orang termasuk 2 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan 3 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Sabtu (1/8/2026) lalu.

Beberapa di antaranya yakni penambahan rambu dan papan himbauan, hingga peningkatan penerangan jalan yang dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan serta pemerintah daerah.

Selain peningkatan infrastruktur, PUPR Kalsel juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara di ruas Banjarbaru–Batulicin yang memiliki karakteristik jalan pegunungan, bukit dengan tanjakan, turunan, dan tikungan.

“Jalan Banjarbaru–Batulicin merupakan jalur alternatif dengan kondisi geometrik pegunungan dan bukit, sehingga pengendara harus memperhatikan batas kecepatan. Untuk jalur lurus maksimal 60 kilometer per jam, sedangkan pada tikungan batas kecepatan maksimal 40 kilometer per jam. batas kecepatan menjadi salah satu kunci keselamatan,” kata Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan, Misna Uttri Wiharti, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi, PUPR Kalsel memaparkan kondisi geometrik jalan, dan kelengkapan prasarana pendukung jalan di lokasi kecelakaan dinilai dalam keadaan baik dengan permukaan yang mulus (tidak asa kerusakan), lurus,memiliki bahu jalan, serta didukung tersedia marka pada jalan.


“Secara teknis kondisi jalannya baik, permukaan jalan mulus, tersedia bahu jalan, titik pandang pengemudi masih memenuhi meskipun berada pada medan sedikit menanjak. Seluruh informasi tersebut kami sampaikan dalam rapat sebagai bahan evaluasi bersama,” jelas Misna.

Sebagai bagian dari peningkatan keselamatan, PUPR Kalsel juga tengah melaksanakan perbaikan geometrik jalan di sejumlah titik rawan. Dua titik yang ditangani melalui dukungan pemerintah pusat berada di kawasan Kelok 12 dan Gunung Papua, sementara dua titik lainnya di Bunglai dan Temunih dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2026.

Misna mengungkapkan, progres pekerjaan yang dibiayai APBD saat ini telah melampaui 40 persen dan ditargetkan selesai sesuai jadwal.

Di samping itu, pemasangan rambu peringatan, rambu pengarah, serta rambu batas kecepatan terus dilakukan secara bertahap. PUPR Kalsel juga berkoordinasi dengan PLN untuk penyediaan jaringan listrik sebagai pendukung pembangunan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas Banjarbaru–Batulicin.

“Langkah-langkah yang kami lakukan merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Ke depan kami terus berkoordinasi melalui forum lalu lintas agar penanganan keselamatan di ruas Banjarbaru–Batulicin semakin optimal,” tutup Misna. 

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال