Terafiliasi dengan PDI Perjuangan, Dejan FC Resmi Bertransformasi Menjadi De Red FC

Logo De Red FC – Foto Instagram infoligaindonesia


BORNEOTREND.COM, SURABAYA - Salah satu tim promosi Pegadaian Championship 2026/2027, Dejan FC, resmi berganti identitas menjadi De Red FC setelah terafiliasi dengan partai politik PDI Perjuangan.

Tak hanya mengusung nama baru, klub ini juga pindah markas ke Surabaya dan menunjuk pelatih sarat pengalaman, Aji Santoso, sebagai nahkoda untuk mengarungi musim perdana dengan wajah baru.

Perubahan identitas tersebut telah mendapat pengesahan dalam Kongres Biasa PSSI yang berlangsung pada 3 Agustus 2026. De Red FC menjadi salah satu dari belasan klub yang mengalami perubahan nama maupun home base menjelang bergulirnya kompetisi musim baru.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, memastikan seluruh perubahan tersebut telah diputuskan dalam kongres.

"Sudah diputuskan tadi. Saya yang membacakan, termasuk perubahan nama dan perubahan stadionnya. Nanti akan kami bagikan," ujar Yunus Nusi.

Yang membuat De Red FC semakin menjadi sorotan adalah afiliasi klub tersebut dengan PDI Perjuangan, sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Dari sisi geografis, klub ini juga memulai babak baru. Jika sebelumnya Dejan FC bermarkas di Depok, kini De Red FC resmi menjadikan Stadion Gelora 10 November, Surabaya, sebagai kandang baru.

Transformasi besar itu turut dibarengi dengan penunjukan Aji Santoso sebagai pelatih kepala. CEO De Red FC, Daniel Rohi, mengatakan kehadiran Aji merupakan bagian dari visi besar klub yang ingin membangun identitas kuat, bukan sekadar mengganti nama.

"Kami ingin dikenal bukan hanya karena nama klub, tetapi karena kontribusi nyata. Kami berharap De Red FC dapat tumbuh bersama masyarakat Surabaya, menjadi bagian dari perkembangan sepak bola Jawa Timur, dan turut melahirkan generasi baru pemain Indonesia yang berprestasi," kata Daniel.

Bagi Aji Santoso, proyek ini menjadi tantangan baru yang menarik. Pelatih yang dikenal piawai melahirkan pemain muda itu mengaku langsung tertarik karena visi klub sejalan dengan filosofi kepelatihannya.

"Tantangan tersendiri melatih tim baru De Red FC. Saya berharap bisa mencapai hasil yang maksimal," ujar Aji.

"Visi dan misi De Red FC sangat seirama dengan filosofi saya, yakni memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda berkembang," sambungnya.

Aji pun mengingatkan rekam jejaknya selama menjadi pelatih yang berhasil mengorbitkan banyak talenta sepak bola Indonesia.

"Sudah banyak contohnya, seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho, Ricky Kambuaya, Toni Firmansyah, Arief Catur, hingga Koko Ari."

"Mudah-mudahan di De Red FC ini kami tidak hanya sukses sebagai tim, tetapi juga mampu melahirkan talenta-talenta muda baru untuk sepak bola Indonesia," ucapnya.

Dengan identitas baru, markas baru, dan pelatih baru, De Red FC dipastikan menjadi salah satu klub yang paling menarik untuk disimak di Championship 2026/2027. Klub ini kini ditantang membuktikan bahwa perubahan besar tersebut mampu berbuah prestasi di atas lapangan.

 

PDI Perjuangan Bentuk 3 Klub Baru

 

Tak hanya De Red FC, partai berlambang banteng itu juga telah membentuk dua klub lain yang berkompetisi di Liga 3 dan Liga 4 Indonesia.

"Kami sudah memiliki tiga klub, yakni The Red FC di Liga 2, Putra Sang Fajar FC di Liga 3, dan Banteng FC di Liga 4," ujar Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Komarudin Watubun saat konferensi pers di Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Menurut Komarudin, keberadaan klub-klub tersebut bukan sekadar simbol, melainkan menjadi jalur pembinaan bagi pemain muda yang tampil menonjol di Soekarno Cup maupun kompetisi usia dini lainnya.

"Kami berharap kompetisi ini mampu mengorbitkan bakat-bakat baru. Pemain-pemain terbaik nantinya bisa bermain di klub-klub yang sudah berkompetisi di Liga Indonesia," katanya.

Ia menegaskan, perhatian PDIP terhadap sepak bola tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen tahunan. Ke depan, pengembangan akademi sepak bola juga menjadi salah satu fokus pembinaan.

"Akademi sepak bola juga menjadi perhatian kami. Pembinaan harus dimulai dari usia muda agar menghasilkan pemain berkualitas," ucapnya.

Sumber: viva.co.id/jatim.idntimes.com


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال