Pemkab dan Aparat Perkuat Patroli Cegah Karhutla di Gunung Mas

 

HADIR: Pemkab Gunung Mas bersama Polres Gunung Mas, Kodim 1018/Gunung Mas, dan pemangku kepentingan memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui koordinasi dan patroli di wilayah rawan - Foto Dok Istimewa


BORNEOTREND.COM, KALTENG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas bersama Polres Gunung Mas, Kodim 1018/Gunung Mas, dan pemangku kepentingan memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui koordinasi dan patroli di wilayah rawan.

Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong saat memimpin patroli di Jalan Lintas Kurun-Tewah, Kamis, mengatakan penanganan Karhutla di wilayah Gunung Mas saat ini berada pada status Siaga 2.

“Seluruh jajaran saya minta agar tetap siaga,” ujarnya.


Ia meminta seluruh jajaran memperhatikan kondisi cuaca dan potensi munculnya titik api, sekaligus meningkatkan pencegahan serta kesiapsiagaan di wilayah yang dinilai rawan Karhutla.

Patroli akan diintensifkan pada jam-jam rawan, baik saat suhu meningkat dan kelembapan rendah maupun pada malam hingga dini hari di lokasi yang berisiko tinggi.

Patroli melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dan relawan desa untuk melakukan pemantauan langsung serta mendeteksi titik api sedini mungkin.

Sementara itu, Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi menekankan pentingnya verifikasi setiap titik hotspot yang terpantau untuk memastikan kondisi di lapangan dan memperbarui data secara berkala.

Ia juga meminta jajarannya mengompilasi data 15 lokasi bantuan sumur bor yang telah maupun akan dibangun di wilayah Gunung Mas sebagai dukungan sarana penanganan Karhutla.

Dalam aspek penegakan hukum, kepolisian diminta terus mengumpulkan dan memperbarui data laporan dugaan pelaku Karhutla, termasuk lokasi kejadian dan barang bukti yang ditemukan.

Dirinya juga mendorong penguatan komunikasi dengan tokoh masyarakat, adat, agama, dan pemuda agar turut mengajak warga mencegah Karhutla.

“Upaya pencegahan akan lebih kuat ketika masyarakat, tokoh lokal, pemerintah dan aparat saling berkoordinasi. Karena itu, komunikasi harus terus dibangun dan informasi mengenai titik api harus segera disampaikan,” tegasnya.

Pencegahan Karhutla dinilai membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga diharapkan mampu mempercepat deteksi serta penanganan titik api sehingga kebakaran tidak meluas.

Penulis: Congki Peradi

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال